{"id":15486,"date":"2026-01-06T10:18:10","date_gmt":"2026-01-06T02:18:10","guid":{"rendered":"http:\/\/www.erun-tech.com\/?post_type=dt_portfolio&#038;p=15486"},"modified":"2026-01-06T10:59:57","modified_gmt":"2026-01-06T02:59:57","slug":"chuanbofadianjizhukaiguanhezhashibai-guzhangtiaozhadeyuanyinpanduanjipaichu","status":"publish","type":"dt_portfolio","link":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/project\/chuanbofadianjizhukaiguanhezhashibai-guzhangtiaozhadeyuanyinpanduanjipaichu","title":{"rendered":"Penentuan dan penghapusan penyebab kegagalan menutup sakelar utama generator kapal dan gangguan tripping"},"content":{"rendered":"<h2 class=\"query-text-line ng-star-inserted\" style=\"text-align: center;\">Penyebab dan Cara Mengatasi Kegagalan Penutupan Sakelar Utama Generator Kapal serta Pemutusan Otomatis Akibat Gangguan<\/h2>\n<h3 class=\"query-text-line ng-star-inserted\">I. Penentuan Penyebab dan Pemecahan Masalah Kegagalan Penutupan Sakelar Utama<\/h3>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">1. Penentuan penyebab kegagalan penutupan sakelar utama<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Syarat penutupan sakelar utama secara manual: pemutus otomatis tidak beroperasi, dan pegas penyimpan energi telah terisi daya dengan normal. Syarat penutupan sakelar utama secara elektrik: memenuhi syarat penutupan manual, kemudian kumparan penutupan dan rangkaian kendali penutupan berfungsi dengan normal.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Saat sakelar pemutus arus diaktifkan, suara gerakan mekanisme internal dan penutupan kontak dapat terdengar dengan jelas. Pada panel depan sakelar pemutus arus dan panel distribusi terdapat indikator bahwa sakelar utama telah diaktifkan.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(1) Saat melakukan penutupan secara elektrik, sakelar utama tidak bereaksi sama sekali setelah tombol ditekan, namun penutupan secara manual berjalan normal.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Titik gangguan terletak pada rangkaian kontrol penutupan. Untuk memastikannya, tekan tombol penutupan sambil menggunakan multimeter untuk mengukur apakah sinyal penutupan telah sampai ke terminal penghubung yang sesuai pada pemutus arus. Jika sinyal penutupan telah sampai ke terminal penghubung pemutus arus, berarti terjadi gangguan pada rangkaian kontrol internal pemutus arus.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(2) Baik saat menutup sakelar secara elektrik maupun manual, terdengar suara mekanisme di dalam sakelar yang bergerak, tetapi sakelar tidak dapat ditutup.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Titik gangguan terletak pada mekanisme sakelar utama, sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut; perangkat pemutus perlindungan, interlock listrik, dan sebagainya berfungsi sebagaimana mestinya. Perangkat pemutus perlindungan generator yang mengalami kesalahan operasi atau tidak kembali ke posisi semula setelah beroperasi, serta interlock dengan listrik darat, semuanya dapat menyebabkan sakelar utama berada dalam keadaan terputus. Perangkat pemutus darurat dan interlock listrik umumnya diaktifkan dengan mengalirkan arus ke kumparan pemutus pada sakelar pemutus. Hal ini dapat diverifikasi dengan menggunakan multimeter untuk mengukur apakah terdapat sinyal pemutusan pada terminal eksternal kumparan pemutus tegangan rendah dan kumparan pemutus shunt, masalah yang mungkin terjadi pada sinyal tersebut antara lain: arus kelebihan beban, arus hubung singkat, arus gangguan ke tanah, serta arus transien yang terlalu besar saat penutupan.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Penjelasan singkat:<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(1) Pemutus arus karena penurunan tegangan tidak berfungsi: Periksa apakah sekring putus; periksa apakah kontak tombol pemutus arus berfungsi dengan baik; periksa kumparan pemutus arus karena penurunan tegangan; jika terjadi putus sirkuit, perbaiki atau ganti dengan yang baru.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(2) Pengaman arus berlebih tidak terkalibrasi dengan benar (nilai ambang batas terlalu rendah): Lakukan kalibrasi dan sesuaikan hingga mencapai nilai yang ditentukan.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(3) Mekanisme pelepas mengalami keausan parah sehingga tidak dapat mengait: Perbaiki mekanisme pelepas atau ganti dengan yang baru.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(4) Tidak kembali ke posisi semula setelah pemutusan akibat panas: Tunggu beberapa detik hingga elemen pemanas kembali ke posisi semula.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">2. Demonstrasi Gangguan Kegagalan Penutupan Sakelar Utama<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Ambil contoh DW95, yang menggunakan sistem penyimpanan energi elektromagnetik; atur agar terjadi gangguan.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(1) Menentukan titik gangguan: Kontak pada sirkuit kendali kumparan penutup terputus.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Gejala: Tuas yang dapat dipindahkan telah ditutup, namun tidak ada respons saat tombol penutupan ditekan.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Analisis: Jika sakelar dapat ditutup secara manual, hal ini menunjukkan bahwa bagian penyimpanan energi, bagian kontak, dan bagian penguncian ulang berfungsi normal; jika tidak ada respons saat tombol penutupan ditekan, hal ini menunjukkan bahwa gangguan terjadi pada sirkuit kontrol penutupan.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Metode pemeriksaan: Dengan membandingkan sirkuit kontrol penutupan, tekan tombol penutupan sambil menggunakan multimeter untuk mengukur apakah sinyal penutupan telah sampai ke terminal sambungan yang sesuai pada pemutus arus; yang terpenting adalah memastikan apakah kontaktor penutupan telah bekerja atau tidak.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(2) Menentukan titik gangguan: Kontak pada rangkaian kumparan kehilangan tegangan terputus.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Gejala: Saat tuas digerakkan dan tombol penutupan ditekan, terjadi aksi penutupan, tetapi segera terputus.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Analisis: Pegas penyimpan energi berfungsi normal, tetapi mekanisme pemutus tidak dapat dikunci kembali, yang menunjukkan adanya gangguan pada pemutus. Hal ini mungkin disebabkan oleh gangguan mekanis (seperti keausan parah pada mekanisme pemutus sehingga tidak dapat mengait), atau gangguan kelistrikan (seperti pemutus karena kehilangan tegangan yang tidak mendapat pasokan listrik atau pemutus eksternal yang menerima pasokan listrik secara tidak normal).<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Cara perbaikan: Periksa terlebih dahulu rangkaian listrik; dengan cepat akan terlihat bahwa kumparan yang mengalami kehilangan tegangan tidak mendapat aliran listrik, sehingga cukup temukan titik putusnya.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Penjelasan Tambahan: Kesalahan pengoperasian perangkat pemutus arus atau kegagalan reset setelah beroperasi, serta interlock dengan sumber listrik darat, umumnya dilakukan dengan memutus aliran listrik ke kumparan pemutus arus karena kehilangan tegangan pada sakelar utama. Hal ini dapat diverifikasi dengan mengukur terminal eksternal kumparan pemutus arus karena kehilangan tegangan menggunakan multimeter untuk memeriksa adanya sinyal pemutusan arus.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(3) Menentukan titik gangguan: Nilai parameter pemutus arus berlebih dikurangi.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Gejala: Generator terkadang dapat dihubungkan, terkadang tidak; setelah dihubungkan, beban meningkat dan langsung terjadi pemutusan arus.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Analisis: Perubahan beban dapat menyebabkan pemutusan arus, yang umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan parameter pemutus arus berlebih; perubahan acak pada arus kejutan saat penutupan menyebabkan penutupan kadang berhasil dan kadang gagal.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Metode pemeliharaan: Kalibrasi dan sesuaikan nilai pemutusan arus berlebih ke nilai yang ditentukan.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(4) Menentukan titik kegagalan: kegagalan mekanis.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Setelah mengesampingkan kemungkinan adanya gangguan listrik, dapat dipastikan bahwa yang terjadi adalah gangguan mekanis. Gangguan ini umumnya memerlukan perbaikan oleh pihak pabrikan.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Kerusakan mekanis yang umum terjadi antara lain:<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">\u2460 Batang penghubung mekanis kendur: cukup kencangkan saja;<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">\u2461 Keausan mekanisme pemutus: perlu diganti dengan yang baru;<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">\u2462 Elektromagnet penutup sakelar macet: kendurkan;<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">\u2463 Tuas pemutus tidak dapat berputar dengan lancar atau pegas reaksi sudah aus: lakukan penyesuaian yang diperlukan.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">\n<h3 class=\"query-text-line ng-star-inserted\">II. Penentuan Penyebab dan Pemecahan Masalah Terjadinya Pemutusan Arus pada Sakelar Utama<\/h3>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">1. Penentuan penyebab pemutusan arus akibat gangguan pada sakelar utama<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Apabila sistem tidak mengalami korsleting atau pembumian langsung, dan sistem proteksi relai tidak bereaksi, maka pemutusan otomatis pemutus arus disebut sebagai \u201cpemutusan yang tidak semestinya\u201d. Analisis, penilaian, dan penanganan terhadap \u201cpemutusan yang tidak semestinya\u201d umumnya dilakukan dalam tiga langkah berikut.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(1) Berdasarkan ciri-ciri fenomena kecelakaan berikut ini, hal tersebut dapat dinilai sebagai \u201cpemutusan yang tidak disengaja\u201d.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Sebelum pemutusan, pembacaan instrumen pada panel kontrol generator tempat sakelar utama berada serta indikator isolasi pada panel distribusi menunjukkan kondisi normal, yang menandakan tidak adanya gangguan korsleting pada sistem; setelah pemutusan, penunjuk voltmeter, amperemeter, dan wattmeter pada panel kontrol generator tersebut menunjukkan nilai nol.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(2) Cari tahu penyebabnya, lalu tangani masing-masing kasus.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Apabila terjadi \u201cpemutusan yang tidak disengaja\u201d akibat getaran eksternal pada panel proteksi yang disebabkan oleh sentuhan atau pengoperasian yang tidak sengaja oleh personel, penyebab gangguan pada sakelar harus diatasi, dan aliran listrik harus segera dipulihkan. Untuk gangguan pada bagian kelistrikan atau mekanik lainnya yang tidak memungkinkan pemulihan pasokan listrik secara langsung, hubungi Kepala Mesin untuk menjelaskan situasinya, nonaktifkan pemutus arus yang mengalami \u201cpemutusan yang tidak disengaja\u201d tersebut, dan alihkan ke proses perbaikan.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(3) Melakukan pemeriksaan dan analisis gangguan secara elektrik dan mekanis terhadap pemutus arus yang \u201cterpicu secara tidak sengaja\u201d.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Penyebab gangguan pada sistem kelistrikan: kesalahan pengoperasian sistem proteksi atau pengaturan yang tidak tepat, atau gangguan pada sirkuit transformator arus dan tegangan; kinerja isolasi sirkuit sekunder yang buruk, serta terjadinya dua titik grounding pada sistem arus searah (terjadinya dua titik grounding pada sirkuit pemutus arus).<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Penyebab gangguan pada bagian mekanis: Penopang posisi tertutup dan pengunci posisi terbuka tidak dapat mempertahankan posisinya, sehingga menyebabkan pemutusan arus.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">2. Demonstrasi gangguan pemutusan otomatis yang tidak disengaja pada sakelar utama<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(1) Menentukan titik gangguan: mensimulasikan getaran kapal.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Gejala: Hanya muncul peringatan kehilangan daya, tanpa peringatan gangguan spesifik.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Analisis: Jika bukan karena sistem proteksi relai, kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh sentuhan atau kesalahan pengoperasian yang tidak disengaja oleh operator, atau getaran akibat gaya eksternal mekanis, karena mekanisme pemutusan tidak dapat dipertahankan, sehingga menyebabkan \u201cpemutusan yang tidak disengaja\u201d.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Tindakan yang harus diambil: Dapat segera menutup sakelar untuk mengalirkan listrik.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(2) Menentukan titik gangguan: Nilai parameter pemutus arus berlebih dikurangi.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Gejala: Saat beban daya generator cukup besar, listrik sangat mudah padam.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Analisis: Peningkatan beban dapat menyebabkan pemutusan arus, yang umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan parameter pemutus arus kelebihan arus; selain itu, hal ini juga dapat disebabkan oleh gangguan pada rangkaian transformator arus atau transformator tegangan, atau kinerja isolasi rangkaian sekunder yang buruk, yang mengakibatkan sinyal pemutusan arus yang salah.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Metode pemeliharaan: Kalibrasi dan sesuaikan nilai pemutusan arus berlebih ke nilai yang ditentukan.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(3) Menentukan titik gangguan: Gaya tarik pegas reaksi pada pemutus arus karena hilangnya tegangan terlalu besar.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Gejala: Saat motor asinkron berdaya besar dinyalakan, generator mengalami pemutusan arus.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Analisis: Saat motor asinkron berdaya besar dinyalakan, hal ini akan menyebabkan penurunan tegangan sesaat yang signifikan. Jika gaya tarik pegas reaksi pemutus tegangan terlalu besar, hal ini dapat menyebabkan pemutus tegangan tersebut bekerja secara tidak tepat.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Cara penanganannya: Kurangi gaya tarik pegas reaksi.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">\n<h3 class=\"query-text-line ng-star-inserted\">3. Penentuan Penyebab dan Cara Mengatasi Masalah Sakelar Utama yang Tidak Dapat Dimatikan<\/h3>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Jika sakelar utama tidak dapat diputus secara elektrik, coba terlebih dahulu memutuskannya secara manual dengan menekan tombol pemutus pada panel pemutus arus; jika pemutusan manual berhasil, sakelar utama dapat ditarik keluar untuk memeriksa lebih lanjut rangkaian kontrol pemutusan elektrik sakelar utama; Jika pemutusan manual tidak dapat dilakukan, pertimbangkan untuk memutus saklar penghubung antara dua segmen busbar secara manual atau memutus saklar pemisah gangguan pada segmen busbar yang terhubung ke saklar utama, sehingga segmen busbar yang terhubung ke saklar pemisah gangguan tersebut terisolasi. Setelah saklar utama benar-benar kehilangan daya, Anda dapat mencabut saklar utama,\u00a0untuk memeriksa lebih lanjut perangkat pemutusan mekanis sakelar utama dan rangkaian kontrol pemutusan elektriknya.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">1. Penentuan penyebab sakelar utama tidak dapat diputus<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Pemutusan arus pada pemutus arus otomatis tipe rangka juga dapat dilakukan secara elektrik maupun manual. Biasanya digunakan cara elektrik, yaitu dengan menggunakan tombol pemutusan pada panel distribusi atau sinyal dari sistem kontrol otomatis, yang melalui sirkuit kontrol pemutusan menyebabkan pemutus arus terputus. Sebagai cadangan, sakelar utama umumnya tetap dilengkapi dengan cara pemutusan manual, yaitu dengan menekan tombol pada panel pemutus arus untuk secara langsung menggerakkan mekanisme sakelar utama agar terputus.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(1) Jika sakelar tidak dapat diputus baik dengan cara elektrik maupun manual, maka mekanisme sakelar utama perlu diperiksa lebih lanjut.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(2) Jika pemutusan dapat dilakukan secara manual tetapi tidak dapat dilakukan secara elektrik, maka titik gangguan terletak pada rangkaian kontrol pemutusan. Kontrol pemutusan elektrik juga dilakukan dengan memutus aliran listrik ke kumparan pemutus tegangan rendah sakelar atau mengalirkan arus ke kumparan pemutus eksternal, Anda dapat menekan tombol pemutusan pada panel distribusi, lalu mengukur terminal eksternal kumparan pemutus tegangan rendah dan kumparan pemutus eksternal menggunakan multimeter untuk memastikannya.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Penyebab Umum dan Cara Mengatasi Masalah Rem yang Tidak Bisa Dilepas:<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(1) Koil pemutus tidak berfungsi: Periksa apakah tegangan kerja koil pemutus normal dan apakah sekring putus; periksa apakah kontak tombol pemutus baik; periksa koil pemutus; jika terjadi putus sirkuit, perbaiki atau ganti dengan yang baru.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(2) Kontak utama terbakar dan lengket: Periksa, perbaiki, atau ganti kontak utama.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(3) Mekanisme transmisi macet: Periksa dan perbaiki mekanisme transmisi.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">2. Demonstrasi Kerusakan (contoh: DW95, penyimpanan energi elektromagnetik)<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(1) Menentukan titik gangguan: Kontak pada rangkaian kumparan pengalih terputus.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Gejala: Sakelar dapat diputus secara manual, tetapi tidak ada respons saat tombol pemutus ditekan.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Analisis: Pada umumnya, pemutusan sirkuit secara jarak jauh dilakukan melalui pemutus magnetik. Pemutusan sirkuit jarak jauh juga dilengkapi dengan rangkaian pemutusan khusus. Gangguan mungkin terjadi pada rangkaian kontrol pemutusan atau rangkaian kumparan pemutus magnetik.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Metode pemeriksaan: Gunakan multimeter untuk mengukur dan mendeteksi titik putus pada sirkuit yang tidak berarus.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(2) Menentukan titik gangguan: Kurangi gaya pegas reaksi.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Gejala: Generator mengalami gangguan tegangan rendah dan daya balik, namun tidak terjadi pemutusan arus.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Analisis: Perlindungan tegangan rendah dan daya balik sama-sama memicu pemutusan arus dengan mengaktifkan pemutus tegangan rendah. Jika tidak terjadi pemutusan, berarti pemutus tegangan rendah tidak beroperasi; hal ini mungkin disebabkan oleh kumparan pemutus tegangan rendah yang tidak terputus arus, misalnya kontak tertutup (normally closed) tidak bergerak, atau mungkin karena tuas mengalami kemacetan mekanis, atau gaya pegas reaksi terlalu kecil.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Metode pemeliharaan: Setelah memperbaiki gangguan pada sirkuit listrik, tekan secara manual besi magnet pemutus arus untuk memeriksa kelancaran pergerakan mekanis pemutus arus serta besarnya gaya pegas reaksi. Perbaiki gangguan dengan meningkatkan gaya pegas reaksi.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">(3) Menentukan titik gangguan: gangguan lainnya.<\/p>\n<p class=\"query-text-line ng-star-inserted\">Analisis: Mekanisme penggerak sakelar utama yang macet juga dapat menyebabkan sakelar tidak dapat dibuka. Pertama-tama, periksa apakah ada masalah pada mekanisme pengunci. Jika kontak utama terbakar dan saling menempel, hal ini juga dapat menyebabkan sakelar tidak dapat dibuka.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kegagalan penutupan sakelar utama generator kapal, alasan kesalahan tersandung untuk penilaian dan eliminasi A, alasan kegagalan penutupan sakelar utama untuk penilaian dan eliminasi 1...<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":15487,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","dt_portfolio_category":[891],"dt_portfolio_tags":[],"class_list":["post-15486","dt_portfolio","type-dt_portfolio","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","dt_portfolio_category-dianzidianqiyuanshicaopinggukecheng","dt_portfolio_category-891","description-off"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio\/15486","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/dt_portfolio"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15486"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio\/15486\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15488,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio\/15486\/revisions\/15488"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15487"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"dt_portfolio_category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio_category?post=15486"},{"taxonomy":"dt_portfolio_tags","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio_tags?post=15486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}