{"id":15524,"date":"2026-01-06T11:58:59","date_gmt":"2026-01-06T03:58:59","guid":{"rendered":"http:\/\/www.erun-tech.com\/?post_type=dt_portfolio&#038;p=15524"},"modified":"2026-01-06T11:58:59","modified_gmt":"2026-01-06T03:58:59","slug":"chuanbofadianjiacbzidongkongqiduanluqiweihuyaodianguzhangpaichuyuyingjifuweiquangonglue","status":"publish","type":"dt_portfolio","link":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/project\/chuanbofadianjiacbzidongkongqiduanluqiweihuyaodianguzhangpaichuyuyingjifuweiquangonglue","title":{"rendered":"Pemutus Sirkuit Udara Otomatis ACB untuk Generator Kapal: Poin Perawatan, Pemecahan Masalah &amp; Tips Reset Darurat"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<style>\n        :root {<br \/>\n            --primary-navy: #003366;<br \/>\n            --accent-blue: #0066cc;<br \/>\n            --light-bg: #f4f7f9;<br \/>\n            --border-gray: #d1d9e0;<br \/>\n            --success-green: #28a745;<br \/>\n            --warning-red: #d9534f;<br \/>\n        }<br \/>\n        body {<br \/>\n            font-family: 'Segoe UI', 'PingFang SC', 'Microsoft YaHei', sans-serif;<br \/>\n            line-height: 1.8;<br \/>\n            color: #333;<br \/>\n            max-width: 1000px;<br \/>\n            margin: 0 auto;<br \/>\n            padding: 20px;<br \/>\n            background-color: var(--light-bg);<br \/>\n        }<br \/>\n        .main-card {<br \/>\n            background: #fff;<br \/>\n            padding: 45px;<br \/>\n            border-radius: 12px;<br \/>\n            box-shadow: 0 10px 30px rgba(0,0,0,0.1);<br \/>\n        }<br \/>\n        h1 {<br \/>\n            color: var(--primary-navy);<br \/>\n            text-align: center;<br \/>\n            font-size: 2.2em;<br \/>\n            border-bottom: 4px solid var(--primary-navy);<br \/>\n            padding-bottom: 20px;<br \/>\n            margin-bottom: 40px;<br \/>\n        }<br \/>\n        h2 {<br \/>\n            color: #fff;<br \/>\n            background: var(--primary-navy);<br \/>\n            padding: 12px 25px;<br \/>\n            border-radius: 6px;<br \/>\n            margin-top: 45px;<br \/>\n            font-size: 1.6em;<br \/>\n            box-shadow: 0 3px 6px rgba(0,0,0,0.1);<br \/>\n        }<br \/>\n        h3 {<br \/>\n            color: var(--accent-blue);<br \/>\n            border-left: 6px solid var(--accent-blue);<br \/>\n            padding-left: 15px;<br \/>\n            margin-top: 30px;<br \/>\n            font-size: 1.3em;<br \/>\n        }<br \/>\n        p { margin-bottom: 20px; text-align: justify; }<\/p>\n<p>        \/* \u5217\u8868\u6392\u7248 *\/<br \/>\n        ul, ol { margin-bottom: 25px; padding-left: 25px; }<br \/>\n        li { margin-bottom: 12px; }<\/p>\n<p>        \/* \u91cd\u70b9\u63d0\u793a\u5757 *\/<br \/>\n        .info-panel {<br \/>\n            background: #e7f3ff;<br \/>\n            border-left: 5px solid var(--accent-blue);<br \/>\n            padding: 20px;<br \/>\n            border-radius: 0 8px 8px 0;<br \/>\n            margin: 25px 0;<br \/>\n        }<br \/>\n        .step-box {<br \/>\n            background: #fff;<br \/>\n            border: 1px solid var(--border-gray);<br \/>\n            padding: 20px;<br \/>\n            border-radius: 8px;<br \/>\n            margin: 15px 0;<br \/>\n            border-top: 3px solid var(--accent-blue);<br \/>\n        }<\/p>\n<p>        \/* \u8868\u683c\u6392\u7248 *\/<br \/>\n        .table-wrapper { overflow-x: auto; margin: 30px 0; }<br \/>\n        table {<br \/>\n            width: 100%;<br \/>\n            border-collapse: collapse;<br \/>\n            background: #fff;<br \/>\n        }<br \/>\n        th, td {<br \/>\n            border: 1px solid var(--border-gray);<br \/>\n            padding: 14px 18px;<br \/>\n            text-align: left;<br \/>\n        }<br \/>\n        th {<br \/>\n            background-color: #f1f4f8;<br \/>\n            color: var(--primary-navy);<br \/>\n            font-weight: bold;<br \/>\n        }<br \/>\n        tr:nth-child(even) { background-color: #fafafa; }<\/p>\n<p>        \/* \u56fe\u7247\u5360\u4f4d\u7b26 *\/<br \/>\n        .img-tag {<br \/>\n            background: #f8f9fa;<br \/>\n            border: 1px dashed #bbb;<br \/>\n            color: #666;<br \/>\n            padding: 15px;<br \/>\n            text-align: center;<br \/>\n            margin: 25px 0;<br \/>\n            font-style: italic;<br \/>\n            border-radius: 6px;<br \/>\n        }<\/p>\n<p>        .footer {<br \/>\n            text-align: center;<br \/>\n            margin-top: 60px;<br \/>\n            color: #888;<br \/>\n            font-size: 0.95em;<br \/>\n            border-top: 1px solid #eee;<br \/>\n            padding-top: 25px;<br \/>\n        }<br \/>\n        .label-red { color: var(--warning-red); font-weight: bold; }<br \/>\n    <\/style>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"main-card\">\n<h1>Pengoperasian dan Pemeliharaan Peralatan Distribusi Listrik, seperti Pemutus Arus Otomatis<\/h1>\n<h2>I. Pemeliharaan Pemutus Arus Otomatis<\/h2>\n<p>Struktur pemutus arus otomatis terdiri dari sistem kontak, perangkat pemadam busur listrik, mekanisme pelepasan bebas, mekanisme penggerak operasi penutupan, dan pemutus (pemutus karena kehilangan tegangan, pemutus karena gangguan magnetik, pemutus karena arus berlebih); beberapa di antaranya juga dilengkapi dengan perangkat pengunci.<\/p>\n<div class=\"info-panel\"><strong>Struktur sistem kontak:<\/strong>Kontak terdiri dari kontak utama, kontak sekunder, kontak busur, dan kontak bantu. Kontak utama menanggung arus kerja normal rangkaian. Kontak busur dipasang untuk mencegah busur listrik yang timbul saat rangkaian diputus merusak kontak utama. Kontak sekunder dipasang untuk mencegah terjadinya busur listrik yang dapat merusak kontak utama akibat penurunan tegangan yang terlalu besar pada saat arus berpindah dari kontak utama ke kontak busur saat sirkuit diputus.<\/p>\n<p><strong>Urutan langkah:<\/strong><br \/>\n\u25cf Saat menutup sakelar: pertama-tama hubungkan kontak busur, kemudian kontak sekunder, dan terakhir kontak utama.<br \/>\n\u25cf Saat memutus arus: putuskan terlebih dahulu kontak utama, kemudian kontak sekunder, dan terakhir kontak busur.<\/p>\n<\/div>\n<p>Fungsi mekanisme pelepasan otomatis adalah untuk menjaga kontak tetap tertutup atau memutuskannya dengan cepat, yang terutama digunakan untuk perlindungan terhadap korsleting eksternal, perlindungan terhadap kelebihan beban, dan perlindungan terhadap tegangan rendah. Sebagian besar pemutus arus udara otomatis menggunakan kisi pemadam busur untuk memadamkan busur listrik.<\/p>\n<h3>Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan dan perbaikan pemutus arus otomatis tipe rangka:<\/h3>\n<ol>\n<li>Sebelum digunakan, cat anti karat atau minyak pada permukaan kerja masing-masing elektromagnet (seperti permukaan hisap elektromagnet pemutus tegangan) pada pemutus arus otomatis harus dibersihkan agar tidak memengaruhi nilai pengoperasian sakelar.<\/li>\n<li>Setiap beberapa waktu (misalnya setiap bulan atau setidaknya setiap kuartal), debu dan jelaga yang menempel pada permukaan dan komponen pemutus arus harus dibersihkan. Perhatikan kebersihan permukaan komponen isolasi untuk memastikan kinerja isolasi pemutus arus tetap baik dan mencegah penurunan kinerja isolasi.<\/li>\n<li>Setelah mekanisme penggerak operasi penutupan digunakan selama beberapa waktu (misalnya setelah setiap kali dibersihkan), oleskan gemuk pelumas pada bagian mekanisme penggerak tersebut untuk mengurangi keausan mekanisme penggerak.<\/li>\n<li>Semua sekrup dan baut pada setiap bagian harus dikencangkan dengan benar dan tidak boleh ada yang longgar. Suku cadang yang aus atau rusak harus segera diganti.<\/li>\n<li>Setelah ruang pemadam busur digunakan untuk memutus arus akibat korsleting atau setelah digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama (misalnya setiap enam bulan), partikel logam dan abu asap hitam pada dinding bagian dalam serta bilah-bilah ruang pemadam busur harus dibersihkan. Ruang pemadam busur yang tidak digunakan dalam jangka waktu lama (misalnya sebagai suku cadang) harus dipastikan memiliki kinerja isolasi yang baik sebelum digunakan.<\/li>\n<li>Setelah kontak utama pemutus arus digunakan sejumlah kali, jika ditemukan adanya gerigi halus, partikel logam, atau sejenisnya pada permukaan kontak, atau setiap enam bulan sekali, kontak utama harus dibongkar, menggosoknya dengan amplas halus nomor 200 untuk memastikan kontak yang baik, guna mencegah terjadinya kontak yang buruk yang dapat menyebabkan panas berlebih. Jika ketebalan kontak setelah digosok menjadi kurang dari 1\/3 dari ketebalan semula, kontak tersebut harus diganti, dan kontak bergerak serta kontak tetap harus diganti secara bersamaan.<\/li>\n<li>Periksa secara berkala nilai pengaturan kerja dan waktu tunda pada setiap pemutus arus (terutama pemutus arus semikonduktor); jika terjadi perubahan parameter, lakukan pengaturan ulang.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>II. Masalah Umum pada Pemutus Arus Otomatis dan Cara Mengatasinya<\/h2>\n<p>Saat bekerja secara normal, pemutus arus udara otomatis harus dibersihkan secara berkala dan dilumasi jika diperlukan. Karena struktur pemutus arus udara otomatis relatif rumit, maka jenis-jenis kerusakannya pun cukup beragam, seperti yang ditunjukkan pada Tabel 5-1.<\/p>\n<div class=\"table-wrapper\">\n<p><strong>Tabel 5-1 Tabel Pemecahan Masalah<\/strong><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"278\">fenomena kesalahan<\/td>\n<td width=\"492\">Analisis Penyebab<\/td>\n<td width=\"329\">Perawatan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"278\">&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(1) Pemutus arus yang dioperasikan secara elektrik tidak dapat ditutup<\/td>\n<td width=\"492\">(1) Tegangan catu daya tidak sesuai;<\/p>\n<p>(2) Kapasitas catu daya tidak mencukupi;<\/p>\n<p>(3) Jarak tempuh batang tarik elektromagnet tidak cukup;<\/p>\n<p>(4) Motor menggerakkan sakelar posisi;<\/p>\n<p>(5) Di dalam pengontrol, dioda penyearah atau kapasitor rusak<\/td>\n<td width=\"329\">(1) Ganti sumber daya;<\/p>\n<p>(2) Meningkatkan kapasitas catu daya operasional;<\/p>\n<p>(3) Menyesuaikan ulang atau mengganti batang penarik;<\/p>\n<p>(4) Penyesuaian ulang;<\/p>\n<p>(5) Mengganti komponen yang rusak<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"278\">&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(2) Pemutus arus tidak dapat ditutup secara manual<\/td>\n<td width=\"492\">&nbsp;<\/p>\n<p>(1) Pemutus arus karena kehilangan tegangan tidak mendapat tegangan atau kumparannya rusak;<\/p>\n<p>(2) Deformasi pegas penyimpan energi menyebabkan berkurangnya gaya penutupan;<\/p>\n<p>(3) Gaya pegas reaksi terlalu besar;<\/p>\n<p>(4) Mekanisme tidak dapat diatur ulang untuk melakukan pemotongan kembali<\/td>\n<td width=\"329\">(1) Periksa rangkaian, berikan tegangan, atau ganti kumparan;<\/p>\n<p>(2) Mengganti pegas penyimpan energi;<\/p>\n<p>(3) Menyesuaikan kembali gaya reaksi pegas;<\/p>\n<p>(4) Atur kembali permukaan kontak hingga mencapai nilai yang ditentukan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"278\">&nbsp;<\/p>\n<p>(3) Pemutus arus eksternal tidak dapat mematikan pemutus arus<\/td>\n<td width=\"492\">(1) Korsleting pada kumparan;<\/p>\n<p>(2) Tegangan listrik terlalu rendah;<\/p>\n<p>(3) Permukaan kontak yang dikikis terlalu luas;<\/p>\n<p>(4) Sekrup longgar<\/td>\n<td width=\"329\">(1) Mengganti kumparan;<\/p>\n<p>(2) Mengganti tegangan listrik;<\/p>\n<p>(3) Penyesuaian ulang;<\/p>\n<p>(4) Kencangkan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"278\">&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>(4) Saat motor listrik dinyalakan, pemutus arus segera memutus aliran listrik<\/td>\n<td width=\"492\">&nbsp;<\/p>\n<p>(1) Nilai pengaturan pemutus arus berlebih tipe instan terlalu kecil;<\/p>\n<p>(2) Beberapa komponen pemutus arus (seperti perangkat semikonduktor, membran karet, dan sebagainya) rusak;<\/p>\n<p>(3) Pegas reaksi pelepas terputus atau terlepas<\/td>\n<td width=\"329\">&nbsp;<\/p>\n<p>(1) Menyesuaikan nilai pengaturan respons instan;<\/p>\n<p>(2) Mengganti pemutus arus atau mengganti komponen yang rusak;<\/p>\n<p>(3) Mengganti pegas atau memasangnya kembali<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"278\">&nbsp;<\/p>\n<p>(5) Pemutus arus karena penurunan tegangan tidak dapat memutus arus pada pemutus arus<\/td>\n<td width=\"492\">(1) Pegas reaksi menjadi lebih kecil;<\/p>\n<p>(2) Jika terjadi pelepasan energi yang tersimpan, maka pegas penyimpan energi akan menyusut atau putus;<\/p>\n<p>(3) Mekanisme macet<\/td>\n<td width=\"329\">(1) Menyesuaikan pegas;<\/p>\n<p>(2) Menyesuaikan atau mengganti pegas penyimpan energi;<\/p>\n<p>(3) Menghilangkan penyebab macet (seperti karat)<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<h2>III. Prosedur Pengembalian Posisi Awal Setelah Pemutus Arus Otomatis Terpicu<\/h2>\n<p>Setelah pemutus arus otomatis terpicu, kenakan sarung tangan isolasi, kacamata pelindung, dan alat pelindung diri lainnya, lalu putuskan aliran listrik pada sirkuit yang bermasalah melalui panel distribusi utama untuk memastikan keselamatan selama pengoperasian. Pastikan pemutus arus telah benar-benar terpicu (tuas pengoperasian berada pada posisi \u201cTRIP\u201d atau posisi tengah). Periksa apakah ada asap, bau terbakar, atau bekas busur listrik di panel distribusi.<\/p>\n<h3>1. Langkah-langkah spesifik untuk melakukan reset<\/h3>\n<div class=\"step-box\">\n<p><strong>Langkah 1: Mencari tahu penyebab pemutusan arus.<\/strong>Penyebab umum terjadinya pemutusan arus: kelebihan beban, korsleting, tegangan rendah\/tegangan tinggi, gangguan mekanis, kesalahan pengoperasian perangkat proteksi, dan sebagainya.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"step-box\">\n<p><strong>Langkah 2: Memecahkan masalah.<\/strong>Putuskan sebagian beban untuk menurunkan arus total hingga di bawah nilai pengenal pemutus arus; gunakan multimeter atau penguji isolasi untuk mendeteksi titik korsleting, lalu lakukan isolasi ulang setelah diperbaiki; periksa apakah tegangan jaringan listrik stabil, dan jika perlu, aktifkan perangkat penstabil tegangan.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"step-box\">\n<p><strong>Langkah 3: Prosedur reset manual.<\/strong>Sebelum melakukan reset, pastikan gangguan telah diatasi, dan tidak ada kelainan pada unit pemutus arus maupun jalur listrik.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Pengaturan ulang tipe standar:<\/strong>Geser tuas pengoperasian ke arah \u201cOFF\u201d hingga posisi paling ujung, lalu geser ke arah \u201cON\u201d hingga posisi tertutup; bunyi \u201cklik\u201d menandakan bahwa pengaturan ulang telah berhasil.<\/li>\n<li><strong>Tipe dengan tombol reset:<\/strong>Tekan tombol reset (biasanya berwarna merah atau kuning), lalu putar tuas ke posisi \u201cON\u201d, dan perhatikan lampu indikator pada panel atau tanda mekanis untuk memastikannya.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<div class=\"step-box\">\n<p><strong>Langkah 4: Uji aliran listrik, pulihkan pasokan listrik secara bertahap.<\/strong>Setelah sakelar ditutup, nyalakan terlebih dahulu dalam kondisi tanpa beban, lalu amati apakah terjadi pemutusan arus lagi; jika tidak ada kelainan, tambahkan beban secara bertahap hingga mencapai nilai pengenal, sambil terus memantau data arus, tegangan, dan kenaikan suhu.<\/p>\n<\/div>\n<h3>2. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan<\/h3>\n<ul>\n<li><span class=\"label-red\">Dilarang melakukan reset paksa:<\/span>Sebelum penyebab pemutusan arus diketahui, dilarang melakukan upaya reset berulang kali, karena hal tersebut dapat memperparah gangguan.<\/li>\n<li>Sebelum melakukan reset, aliran listrik harus diputus terlebih dahulu untuk menghindari cedera akibat busur listrik yang disebabkan oleh pengoperasian saat masih teraliri listrik.<\/li>\n<li>Jika komponen di dalam pemutus arus (seperti kumparan pemutus dan kontak) rusak, maka harus diganti dengan suku cadang dengan tipe yang sama.<\/li>\n<li>Setelah reset, fungsi perlindungan terhadap beban berlebih dan korsleting harus diperiksa (dapat diverifikasi melalui uji simulasi).<\/li>\n<\/ul>\n<h2>IV. Prinsip Pemutusan pada Pemutus Arus yang Dilengkapi Tanda Pemutusan Darurat<\/h2>\n<h3>1. Gambaran Umum Pemutus Arus dengan Tanda Pemutusan Darurat<\/h3>\n<p>Pemutus arus yang dilengkapi dengan tanda pemutusan darurat (seperti tombol merah, tuas tarik, atau sakelar putar) merupakan perangkat perlindungan keselamatan yang digunakan untuk memutus aliran listrik dengan cepat dalam situasi darurat (seperti sengatan listrik, korsleting peralatan, kebakaran, dan sebagainya), guna mencegah meluasnya kecelakaan. Ciri utamanya adalah prioritas pemutusan manual dan kecepatan respons yang tinggi. Perangkat ini terutama digunakan pada panel distribusi utama kapal, panel distribusi darurat, dan kotak kontrol peralatan penting, serta pada sirkuit daya tegangan tinggi yang berisiko tersengat listrik.<\/p>\n<h3>2. Struktur pemutus arus yang dilengkapi dengan tanda pemutusan darurat<\/h3>\n<p>Struktur inti meliputi: mekanisme pemutusan darurat mekanis (melalui mekanisme penyimpanan energi pegas atau sistem tuas yang saling terhubung untuk pemutusan cepat); mekanisme pemutusan darurat elektromagnetik (dipicu oleh kumparan elektromagnetik, memerlukan sumber daya darurat eksternal). Tanda pemutusan darurat dirancang agar mudah terlihat, dan beberapa model dilengkapi dengan perangkat pengunci untuk mencegah sentuhan yang tidak disengaja. Setelah pemutusan, akan ditampilkan tanda \u201cOFF\u201d atau tanda peringatan berwarna merah.<\/p>\n<h3>3. Prinsip Pemutusan Darurat<\/h3>\n<p><strong>Pemutusan normal:<\/strong>Sinyal dari sirkuit pengendali (seperti perlindungan kelebihan beban atau korsleting) memicu pemutus, sehingga mekanisme tersebut memutus kontak.<br \/>\n<strong>Pemutusan darurat:<\/strong>Pemicu manual, dengan mengoperasikan tombol darurat\/tuas secara langsung, melewati sirkuit kontrol, untuk memaksa pelepasan pegas pelepas atau mengaktifkan pelepas elektromagnetik.<\/p>\n<div class=\"info-panel\"><strong>Proses tindakan:<\/strong><br \/>\n(1) Komponen pengoperasian darurat terkena gaya \u2192 memicu perangkat pengunci mekanis.<br \/>\n(2) Pegas penyimpan energi melepaskan energinya secara seketika \u2192 kontak bergerak terpisah dengan cepat.<br \/>\n(3) Busur listrik dipadamkan oleh ruang pemadam busur \u2192 Sirkuit terputus sepenuhnya (kurang dari 50 ms).<\/div>\n<h3>4. Perbedaan antara pemutusan darurat dan pemutusan biasa<\/h3>\n<div class=\"table-wrapper\">\n<p><strong>Tabel 5-2 Perbedaan Pemutusan Darurat dan Pemutusan Biasa<\/strong><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"149\">Karakteristik<\/td>\n<td width=\"376\">Pemutusan Darurat<\/td>\n<td width=\"450\">Pemutusan arus rutin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"149\">Cara pemicu<\/td>\n<td width=\"376\">Prioritas manual, pengoperasian fisik langsung<\/td>\n<td width=\"450\">Kontrol sinyal listrik otomatis atau jarak jauh<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"149\">Waktu respons<\/td>\n<td width=\"376\">\u2264100 ms<\/td>\n<td width=\"450\">200\u2013500 ms (tergantung pada respons perangkat pelindung)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"149\">Prioritas<\/td>\n<td width=\"376\">Tertinggi (dapat menginterupsi logika perlindungan lainnya)<\/td>\n<td width=\"450\">Dikendalikan oleh parameter perlindungan yang telah ditetapkan<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<div class=\"footer\">Basis Data Pelatihan Teknis Teknisi Elektronik dan Listrik Kapal (ETO) | Edisi 2026<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; &nbsp; Pengoperasian dan Pemeliharaan Peralatan Distribusi Tenaga Listrik seperti Pemutus Sirkuit Udara Otomatis I. Pemeliharaan Pemutus Sirkuit Udara Otomatis Pemutus Sirkuit Udara Otomatis...<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":15525,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","dt_portfolio_category":[891],"dt_portfolio_tags":[],"class_list":["post-15524","dt_portfolio","type-dt_portfolio","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","dt_portfolio_category-dianzidianqiyuanshicaopinggukecheng","dt_portfolio_category-891","description-off"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio\/15524","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/dt_portfolio"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15524"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio\/15524\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15526,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio\/15524\/revisions\/15526"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15525"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15524"}],"wp:term":[{"taxonomy":"dt_portfolio_category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio_category?post=15524"},{"taxonomy":"dt_portfolio_tags","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio_tags?post=15524"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}