{"id":15735,"date":"2026-01-06T21:30:32","date_gmt":"2026-01-06T13:30:32","guid":{"rendered":"http:\/\/www.erun-tech.com\/?post_type=dt_portfolio&#038;p=15735"},"modified":"2026-01-06T21:30:32","modified_gmt":"2026-01-06T13:30:32","slug":"bianyaqideshiyongweihucongjichuyuanlidaojixingpanding","status":"publish","type":"dt_portfolio","link":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/project\/bianyaqideshiyongweihucongjichuyuanlidaojixingpanding","title":{"rendered":"Pemeliharaan transformator: dari prinsip dasar hingga penentuan polaritas"},"content":{"rendered":"<div style=\"font-family: 'Segoe UI', Arial, sans-serif; line-height: 1.8; color: #333; max-width: 1100px; margin: 0 auto; background: #fff; padding: 20px;\">\n<div style=\"text-align: center; border-bottom: 5px solid #1f365c; padding-bottom: 30px; margin-bottom: 40px;\">\n<div style=\"font-family: 'Segoe UI', Arial, sans-serif; line-height: 1.8; color: #333; max-width: 1100px; margin: 0 auto; background: #fff; padding: 20px;\">\n<div style=\"text-align: center; border-bottom: 5px solid #1f365c; padding-bottom: 30px; margin-bottom: 40px;\">\n<h1 style=\"color: #1f365c; font-size: 32px; margin-bottom: 10px; font-weight: bold;\">Pemeliharaan transformator: dari prinsip dasar hingga penentuan polaritas<\/h1>\n<div style=\"display: inline-block; background: #1f365c; color: #fff; padding: 6px 20px; border-radius: 4px; font-size: 14px; letter-spacing: 1px;\">Materi Pelatihan Teknis Teknisi Elektronik dan Listrik Kapal (ETO)<\/div>\n<\/div>\n<section style=\"margin-bottom: 50px; background: #f0f4f8; padding: 25px; border-radius: 10px; border-left: 10px solid #1f365c;\">\n<p style=\"text-indent: 2em; margin: 0; font-weight: 500;\">Trafo adalah perangkat listrik statis yang termasuk dalam kategori motor listrik dengan kecepatan putaran nol. Saat trafo listrik beroperasi dalam sistem, perangkat ini dapat mentransmisikan energi listrik dari sisi primer ke sisi sekunder melalui konversi energi elektromagnetik, sekaligus menaikkan atau menurunkan tegangan sesuai kebutuhan transmisi dan distribusi listrik. Oleh karena itu, trafo memainkan peran yang sangat penting dalam seluruh proses produksi, transmisi, dan distribusi energi listrik. Di seluruh sistem tenaga listrik, kapasitas trafo biasanya lebih dari 3 kali lipat kapasitas generator.<\/p>\n<\/section>\n<section style=\"margin-bottom: 60px;\">\n<h2 style=\"background: #1f365c; color: #fff; padding: 12px 25px; border-left: 10px solid #ef9308; border-radius: 4px; font-size: 22px;\">II. Isi label pada trafo<\/h2>\n<div style=\"margin-top: 30px;\">\n<h3 style=\"color: #1f365c; border-bottom: 2px solid #eee; padding-bottom: 8px;\">(1) Penjelasan mengenai tipe-tipe trafo<\/h3>\n<p style=\"text-indent: 2em;\">Kode tipe transformator terdiri dari dua bagian; bagian pertama terdiri dari huruf-huruf dalam sistem pinyin bahasa Mandarin, yang menunjukkan kategori, karakteristik struktur, dan kegunaan transformator, sedangkan bagian kedua terdiri dari angka-angka, yang menunjukkan kapasitas produk (kV\u00b7A) dan tingkat tegangan belitan tegangan tinggi (kV).<\/p>\n<div style=\"background: #fff; border: 1px solid #ddd; border-radius: 12px; padding: 25px; margin: 20px 0; box-shadow: 0 4px 15px rgba(0,0,0,0.05);\">\n<p style=\"font-weight: bold; color: #1f365c; border-left: 4px solid #ef9308; padding-left: 10px; margin-bottom: 15px;\">Penjelasan Terperinci tentang Arti Huruf Pinyin Bahasa Mandarin:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-size: 14px;\">\n<tbody>\n<tr style=\"background: #f9f9f9; border-bottom: 1px solid #eee;\">\n<td style=\"padding: 12px; width: 140px; font-weight: bold; color: #1f365c;\">Bagian 1 (Jumlah Fase)<\/td>\n<td style=\"padding: 12px;\"><strong>D<\/strong>\u2014\u2014fase tunggal;<strong>S<\/strong>\u2014\u2014Tiga fase.<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"border-bottom: 1px solid #eee;\">\n<td style=\"padding: 12px; font-weight: bold; color: #1f365c;\">Bagian 2 (Pendinginan)<\/td>\n<td style=\"padding: 12px;\"><strong>J<\/strong>\u2014\u2014Pendinginan mandiri dengan minyak;<strong>F<\/strong>\u2014\u2014pendinginan dengan minyak dan udara;<strong>FP<\/strong>\u2014\u2014Pendinginan udara dengan sirkulasi oli paksa;<strong>SP<\/strong>\u2014\u2014Pendinginan air dengan sirkulasi oli paksa.<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"background: #f9f9f9; border-bottom: 1px solid #eee;\">\n<td style=\"padding: 12px; font-weight: bold; color: #1f365c;\">Bagian 3 (Tegangan)<\/td>\n<td style=\"padding: 12px;\"><strong>S<\/strong>\u2014\u2014Tegangan tiga tingkat; tanpa huruf S berarti tegangan dua tingkat.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 12px; font-weight: bold; color: #1f365c;\">Arti kode-kode lainnya<\/td>\n<td style=\"padding: 12px; line-height: 2;\"><strong>L<\/strong>\u2014\u2014kumparan aluminium atau pelindung petir;<br \/>\n<strong>0<\/strong>\u2014\u2014Autotransformator (jika berada di posisi pertama, berarti autotransformator penurun tegangan; jika berada di posisi terakhir, berarti autotransformator peningkat tegangan);<br \/>\n<strong>Z<\/strong>\u2014\u2014Penyesuaian tegangan dengan beban;<br \/>\n<strong>TH<\/strong>\u2014\u2014Daerah tropis lembap (kode jenis perlindungan); <strong>TA<\/strong>\u2014\u2014Tropis Kering (kode jenis perlindungan).<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<div style=\"display: grid; grid-template-columns: repeat(auto-fit, minmax(320px, 1fr)); gap: 20px; margin-top: 30px;\">\n<div style=\"background: #fff; border: 1px solid #eee; padding: 20px; border-radius: 8px; border-top: 4px solid #1f365c; box-shadow: 0 2px 5px rgba(0,0,0,0.05);\">\n<h4 style=\"color: #1f365c; margin-top: 0; border-bottom: 1px solid #eee; padding-bottom: 10px;\">(2) Kapasitas terukur (S<sub>N<\/sub>)<\/h4>\n<p style=\"font-size: 14px; text-indent: 2em;\">Kapasitas pengenal adalah nilai jaminan daya semu yang dihasilkan oleh trafo pada kondisi kerja pengenal (yaitu kondisi kerja pada tegangan pengenal, frekuensi pengenal, dan kondisi penggunaan pengenal) sebagaimana ditetapkan oleh pabrik pembuatnya, yang dinyatakan dalam S<sub>N<\/sub>. Kapasitas pengenal biasanya mengacu pada kapasitas belitan tegangan tinggi; ketika kapasitas trafo berubah karena metode pendinginan, kapasitas pengenal mengacu pada kapasitas maksimumnya.<\/p>\n<\/div>\n<div style=\"background: #fff; border: 1px solid #eee; padding: 20px; border-radius: 8px; border-top: 4px solid #1f365c; box-shadow: 0 2px 5px rgba(0,0,0,0.05);\">\n<h4 style=\"color: #1f365c; margin-top: 0; border-bottom: 1px solid #eee; padding-bottom: 10px;\">(3) Arus pengenal (I<sub>1<\/sub>, I<sub>2<\/sub>)<\/h4>\n<p style=\"font-size: 14px; text-indent: 2em;\">Arus pengenal primer dan sekunder pada transformator adalah arus listrik yang secara permanen diperbolehkan mengalir melalui belitan primer dan sekunder transformator pada tegangan pengenal dan suhu lingkungan pengenal, sehingga bagian-bagian transformator tidak mengalami kelebihan suhu; satuan pengukurannya adalah A.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"margin-top: 30px; background: #fff; border: 1px solid #eee; padding: 25px; border-radius: 8px; border-top: 4px solid #1f365c; box-shadow: 0 2px 5px rgba(0,0,0,0.05);\">\n<h4 style=\"color: #1f365c; margin-top: 0; border-bottom: 1px solid #eee; padding-bottom: 10px;\">(4) Tegangan pengenal (U<sub>N<\/sub>)<\/h4>\n<p style=\"font-size: 14px; text-indent: 2em;\">Tegangan pengenal transformator adalah tegangan pengenal masing-masing belitan, yang mengacu pada tegangan pengenal yang diterapkan atau tegangan yang dihasilkan saat tidak bermuatan. Tegangan pengenal primer U<sub>1n<\/sub>Merupakan nilai tegangan pengenal yang diterima pada ujung-ujung belitan primer trafo; tegangan pengenal sekunder U<sub>2n<\/sub>Merupakan tegangan pada belitan sekunder (dalam satuan V atau kV) ketika tegangan yang diterapkan pada belitan primer adalah nilai pengenal dan trafo dalam keadaan tanpa beban. Tegangan pengenal pada trafo tiga fasa selalu merujuk pada tegangan fasa.<\/p>\n<p style=\"font-size: 14px; text-indent: 2em; background: #fdf6ec; padding: 15px; border-radius: 4px; border-left: 4px solid #ef9308;\"><strong>Penjelasan dari para ahli:<\/strong>Secara umum, dengan menarik tap yang sesuai pada belitan tegangan tinggi, belitan tegangan tinggi atau belitan pengatur tegangan terpisahnya sering ditempatkan di bagian terluar, sehingga memudahkan pengambilan tap; arus pada sisi tegangan tinggi relatif kecil, sehingga penampang konduktor penghubung tap dan bagian pengangkut arus pada sakelar tap dapat dibuat lebih kecil, serta kontak sakelar tap pun lebih mudah diproduksi.<\/p>\n<\/div>\n<div style=\"margin-top: 30px; background: #f9f9f9; padding: 25px; border-radius: 12px; border: 1px solid #ddd;\">\n<h4 style=\"color: #1f365c; margin-top: 0;\">(5) Analisis Kelompok Koneksi<\/h4>\n<p style=\"font-size: 14px; text-indent: 2em;\">Grup sambungan menunjukkan cara penyambungan belitan pada setiap fasa trafo serta hubungan fase antara tegangan primer dan sekunder. Urutan simbol dari kiri ke kanan masing-masing mewakili cara penyambungan belitan primer dan sekunder, sedangkan angka menunjukkan nomor grup sambungan kedua belitan tersebut. Trafo tegangan tinggi pada umumnya adalah <strong>Yn, Y, d11<\/strong> Pemasangan kabel.<\/p>\n<div style=\"display: flex; flex-wrap: wrap; gap: 20px; margin-top: 15px;\">\n<div style=\"flex: 1; background: #fff; padding: 15px; border-radius: 6px; border: 1px solid #eee;\"><strong>\u201cYn\u201d<\/strong> Menunjukkan pengkabelan sisi primer dengan konfigurasi bintang yang dilengkapi dengan kabel netral;<strong>Y<\/strong> Menunjukkan bentuk bintang,<strong>n<\/strong> Menandakan adanya kabel netral.<\/div>\n<div style=\"flex: 1; background: #fff; padding: 15px; border-radius: 6px; border: 1px solid #eee;\"><strong>\u201cd\u201d<\/strong> Menunjukkan bahwa sisi sekunder menggunakan sambungan segitiga.<\/div>\n<div style=\"flex: 1; background: #fff; padding: 15px; border-radius: 6px; border: 1px solid #eee;\"><strong>\u201c11\u201d<\/strong> Menunjukkan tegangan fasa pada sisi sekunder trafo, U<sub>ab<\/sub> Tegangan sisi primer yang tertunda U<sub>AB<\/sub> 330\u00b0 (atau 30\u00b0 di depan).<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n<section style=\"margin-bottom: 60px;\">\n<h2 style=\"background: #1f365c; color: #fff; padding: 12px 25px; border-left: 10px solid #ef9308; border-radius: 4px; font-size: 22px;\">1. Definisi ujung dengan nama yang sama dan ujung dengan nama yang berbeda pada transformator<\/h2>\n<div style=\"margin-top: 25px; padding: 0 10px;\">\n<p style=\"text-indent: 2em;\">Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 15-1, titik hitam kecil yang tertera pada kumparan transformator menandakan ujung sejenis. Ujung sejenis merupakan dasar untuk menentukan fase arus atau ggl antara kumparan transformator. Ketika arus dialirkan ke dua kumparan transformator dan arah fluks magnetik yang dihasilkannya sama, ujung tempat arus masuk pada kedua kumparan tersebut disebut ujung sejenis (juga disebut ujung dengan polaritas sama); sebaliknya, disebut ujung berbeda jenis.<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 13px; color: #666;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-15736 aligncenter\" title=\"9d4440d01d7c3c4ca45a889509575619\" src=\"http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/9d4440d01d7c3c4ca45a889509575619.png\" alt=\"9d4440d01d7c3c4ca45a889509575619\" width=\"473\" height=\"261\" srcset=\"http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/9d4440d01d7c3c4ca45a889509575619.png 656w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/9d4440d01d7c3c4ca45a889509575619-300x166.png 300w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/9d4440d01d7c3c4ca45a889509575619-18x10.png 18w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/9d4440d01d7c3c4ca45a889509575619-600x331.png 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 473px) 100vw, 473px\" \/>Gambar 15-1 Skema rangkaian dengan transformator<\/p>\n<p style=\"text-indent: 2em; margin-top: 25px;\">Pada dua kumparan yang ditunjukkan pada Gambar 15-2, arus pada kumparan sebelah kiri mengalir masuk dari ujung 1, sedangkan arus pada kumparan sebelah kanan masuk dari ujung 3. Arah fluks magnetik yang dihasilkan oleh kedua kumparan tersebut sama (saling mendukung), sehingga ujung 1 dan ujung 3 merupakan ujung sejenis, ujung 2 dan ujung 4 merupakan ujung sejenis, ujung 1 dan ujung 4 merupakan ujung berbeda jenis, serta ujung 2 dan ujung 3 merupakan ujung berbeda jenis.<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 13px; color: #666;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-15737 aligncenter\" title=\"c198cae55e031ab5731e05d578fa28d6\" src=\"http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/c198cae55e031ab5731e05d578fa28d6.png\" alt=\"c198cae55e031ab5731e05d578fa28d6\" width=\"503\" height=\"385\" srcset=\"http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/c198cae55e031ab5731e05d578fa28d6.png 986w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/c198cae55e031ab5731e05d578fa28d6-300x229.png 300w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/c198cae55e031ab5731e05d578fa28d6-768x587.png 768w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/c198cae55e031ab5731e05d578fa28d6-16x12.png 16w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/c198cae55e031ab5731e05d578fa28d6-600x459.png 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 503px) 100vw, 503px\" \/>Gambar 15-2 Skema Sirkuit Kumparan Trafo<\/p>\n<p style=\"text-indent: 2em; margin-top: 25px;\">Selain itu, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 15-3, jika pada inti besi yang sama arah lilitan kumparan sama, maka ujung-ujung yang bersangkutan merupakan ujung-ujung dengan nama yang sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 13px; color: #666;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-15738 aligncenter\" title=\"47fac4afc5a8e52967f8f40c10f2e669\" src=\"http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/47fac4afc5a8e52967f8f40c10f2e669.png\" alt=\"47fac4afc5a8e52967f8f40c10f2e669\" width=\"485\" height=\"267\" srcset=\"http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/47fac4afc5a8e52967f8f40c10f2e669.png 748w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/47fac4afc5a8e52967f8f40c10f2e669-300x165.png 300w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/47fac4afc5a8e52967f8f40c10f2e669-18x10.png 18w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/47fac4afc5a8e52967f8f40c10f2e669-600x330.png 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 485px) 100vw, 485px\" \/>Gambar 15-3: Penentuan ujung-ujung dengan nama yang sama pada kumparan yang dililit pada inti besi yang sama<\/p>\n<h3 style=\"color: #1f365c; border-bottom: 2px solid #eee; padding-bottom: 8px; margin-top: 50px;\">2. Cara menentukan ujung-ujung dengan nama yang sama pada trafo<\/h3>\n<p style=\"text-indent: 2em;\">Terdapat berbagai cara untuk menentukan ujung-ujung dengan nama yang sama pada transformator; dua di antaranya yang umum digunakan adalah metode tegangan bolak-balik dan metode arus searah (yang terbagi menjadi metode baterai kering dan metode lampu LED).<\/p>\n<div style=\"margin-top: 30px; border: 1px solid #ddd; border-radius: 10px; overflow: hidden;\">\n<div style=\"background: #1f365c; color: white; padding: 12px 20px; font-weight: bold;\">(1) Metode tegangan bolak-balik<\/div>\n<div style=\"padding: 25px;\">\n<p style=\"text-indent: 2em;\">Dalam metode tegangan bolak-balik, pertama-tama hubungkan lilitan sisi primer dan sekunder pada transformator satu fasa (seperti yang ditunjukkan pada Gambar 15-4), kemudian berikan tegangan bolak-balik yang sesuai pada sisi primer. Ukur tegangan U pada sisi primer dan sekunder masing-masing menggunakan voltmeter<sub>1<\/sub>, U<sub>2<\/sub>, serta tegangan U antara kedua ujung 3 dan 4<sub>3<\/sub>. Jika U<sub>3<\/sub> sama dengan U<sub>1<\/sub> Dengan U<sub>2<\/sub> Jumlahnya, maka ujung 2 dan ujung 3 kabel tersebut merupakan ujung dengan nama yang sama. Jika U<sub>3<\/sub> sama dengan U<sub>1<\/sub> Dengan U<sub>2<\/sub> Jika selisihnya demikian, maka ujung 1 dan ujung 3 kabel tersebut merupakan ujung dengan nama yang sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 13px; color: #666;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-15739 aligncenter\" title=\"8f0da51b9649dc684ad04fbc5a258a36\" src=\"http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/8f0da51b9649dc684ad04fbc5a258a36.png\" alt=\"8f0da51b9649dc684ad04fbc5a258a36\" width=\"326\" height=\"157\" srcset=\"http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/8f0da51b9649dc684ad04fbc5a258a36.png 474w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/8f0da51b9649dc684ad04fbc5a258a36-300x144.png 300w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/8f0da51b9649dc684ad04fbc5a258a36-18x9.png 18w\" sizes=\"auto, (max-width: 326px) 100vw, 326px\" \/>Gambar 15-4 Metode Tegangan AC untuk Mengukur Ujung Sejenis pada Trafo<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"margin-top: 30px; border: 1px solid #ddd; border-radius: 10px; overflow: hidden;\">\n<div style=\"background: #ef9308; color: white; padding: 12px 20px; font-weight: bold;\">(2) Metode arus searah (metode baterai kering dan metode lampu LED)<\/div>\n<div style=\"padding: 25px;\">\n<p><strong>\u25cf Metode arus searah (metode baterai kering):<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-indent: 2em;\">Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 15-5, sambungkan satu sel baterai kering dan sebuah multimeter menjadi sebuah rangkaian. Atur pengaturan multimeter ke rentang tegangan DC rendah (misalnya di bawah 5 V), atau rentang arus DC rendah (misalnya 5 mA). Pada saat sakelar dinyalakan, jika jarum multimeter berayun ke arah positif, maka kutub positif multimeter dan kutub positif baterai terhubung ke terminal dengan polaritas yang sama; jika jarum multimeter berayun ke arah negatif, maka kutub positif multimeter dan kutub negatif baterai terhubung ke terminal dengan polaritas yang sama.<strong>Perlu diperhatikan bahwa saat sakelar dimatikan, jarum pengukur akan berayun ke arah sebaliknya; oleh karena itu, sakelar tidak boleh dibiarkan dalam posisi menyala dalam waktu lama.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 13px; color: #666; margin-bottom: 30px;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-15740 aligncenter\" title=\"4303acd8da2ea0602dadd451c82e8ef2\" src=\"http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/4303acd8da2ea0602dadd451c82e8ef2.png\" alt=\"4303acd8da2ea0602dadd451c82e8ef2\" width=\"263\" height=\"114\" srcset=\"http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/4303acd8da2ea0602dadd451c82e8ef2.png 434w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/4303acd8da2ea0602dadd451c82e8ef2-300x130.png 300w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/4303acd8da2ea0602dadd451c82e8ef2-18x8.png 18w\" sizes=\"auto, (max-width: 263px) 100vw, 263px\" \/>Gambar 15-5 Metode arus searah (metode baterai kering) untuk mengukur ujung-ujung sejenis pada transformator<\/p>\n<p><strong>\u25cf Metode arus searah (metode lampu LED):<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-indent: 2em;\">Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 15-6. Untuk meningkatkan tegangan induksi agar tabung neon dapat bersinar, kita dapat menghubungkan baterai ke belitan dengan jumlah lilitan yang lebih sedikit, sementara itu menghubungkan penguji listrik ke belitan dengan jumlah lilitan yang lebih banyak. Setelah menekan tombol lalu melepaskannya secara tiba-tiba, hal ini akan menghasilkan tegangan induksi yang sangat tinggi pada belitan dengan jumlah lilitan yang lebih banyak, sehingga memicu tabung neon untuk bersinar. Perhatikan dengan saksama ujung mana yang bersinar, karena ujung yang bersinar tersebut sebenarnya merupakan kutub negatif tegangan induksi. Selain itu, ujung yang terhubung dengan kutub positif baterai serta ujung yang terhubung dengan ujung tabung neon yang bersinar, merupakan ujung-ujung dengan nama yang sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 13px; color: #666;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-15741 aligncenter\" title=\"49a9d6af8a719c2e86026c305e44716c\" src=\"http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/49a9d6af8a719c2e86026c305e44716c.png\" alt=\"49a9d6af8a719c2e86026c305e44716c\" width=\"252\" height=\"122\" srcset=\"http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/49a9d6af8a719c2e86026c305e44716c.png 446w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/49a9d6af8a719c2e86026c305e44716c-300x145.png 300w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/49a9d6af8a719c2e86026c305e44716c-18x9.png 18w\" sizes=\"auto, (max-width: 252px) 100vw, 252px\" \/>Gambar 15-6 Metode arus searah (metode lampu LED) untuk mengukur ujung-ujung sejenis pada transformator<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n<section style=\"margin-bottom: 60px;\">\n<h2 style=\"background: #1f365c; color: #fff; padding: 12px 25px; border-left: 10px solid #ef9308; border-radius: 4px; font-size: 22px;\">III. Penggunaan Transformator Tegangan dan Transformator Arus<\/h2>\n<div style=\"margin-top: 30px; display: grid; grid-template-columns: 1fr 1fr; gap: 30px;\">\n<div style=\"background: #fdf2f2; border: 1px solid #f5c6cb; padding: 25px; border-radius: 12px;\">\n<h3 style=\"color: #721c24; margin-top: 0; border-bottom: 1px solid #f5c6cb; padding-bottom: 10px;\">(1) Voltmeter arus bolak-balik dan transformator tegangan (PT)<\/h3>\n<ul style=\"padding-left: 20px; font-size: 14px;\">\n<li style=\"margin-bottom: 8px;\">(1) Voltmeter dihubungkan secara paralel pada kedua ujung tegangan yang diukur.<\/li>\n<li style=\"margin-bottom: 8px;\">(2) Pilih rentang pengukuran voltmeter berdasarkan besarnya tegangan yang akan diukur, dan pastikan rentang tersebut sedikit lebih besar daripada tegangan objek yang akan diukur.<\/li>\n<li style=\"margin-bottom: 8px;\">(3) Saat voltmeter digunakan untuk mengukur tegangan tinggi, harus digunakan transformator tegangan:\n<ul style=\"margin-top: 8px; font-weight: 500;\">\n<li>\u2460 Sisi primer dihubungkan ke tegangan yang akan diukur, sedangkan sisi sekunder dihubungkan ke voltmeter (tegangan standar sebesar 100 V);<\/li>\n<li>\u2461 Inti besi harus dihubungkan ke ground;<\/li>\n<li style=\"color: #d9534f; font-weight: bold;\">\u2462 Sisi sekunder transformator tegangan tidak boleh mengalami korsleting.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<div style=\"background: #fff3cd; border: 1px solid #ffeeba; padding: 25px; border-radius: 12px;\">\n<h3 style=\"color: #856404; margin-top: 0; border-bottom: 1px solid #ffeeba; padding-bottom: 10px;\">(2) Amperemeter arus bolak-balik dan transformator arus (CT)<\/h3>\n<ul style=\"padding-left: 20px; font-size: 14px;\">\n<li style=\"margin-bottom: 8px;\">(1) Amperemeter arus bolak-balik dihubungkan secara seri dengan rangkaian yang diukur.<\/li>\n<li style=\"margin-bottom: 8px;\">(2) Pilih rentang pengukuran amperemeter sesuai dengan besaran yang diukur, dan pastikan rentang tersebut sedikit lebih besar daripada besaran yang diukur.<\/li>\n<li style=\"margin-bottom: 8px;\">(3) Saat amperemeter mengukur arus besar, perlu dipilih transformator arus yang sesuai:\n<ul style=\"margin-top: 8px; font-weight: 500;\">\n<li>\u2460 Kabel samping dihubungkan ke amperemeter; umumnya arus pengukurnya sebesar 5 A;<\/li>\n<li>\u2461 Saat mengganti amperemeter, sisi sekunder harus di-short-circuit untuk mencegah tegangan tinggi yang diinduksi merusak transformator arus;<\/li>\n<li>\u2462 Sisi sekunder dan inti besi dihubungkan ke ground untuk mencegah kebocoran arus listrik yang dapat membahayakan keselamatan;<\/li>\n<li style=\"color: #d9534f; font-weight: bold;\">\u2463 Sisi sekunder transformator arus tidak boleh terputus.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n<footer style=\"text-align: center; margin-top: 80px; padding-top: 20px; border-top: 1px solid #eee; color: #999; font-size: 13px;\">Materi Pelatihan Teknis Teknisi Elektronik dan Listrik Kapal (ETO) \u00b7 Bab Trafo \u00b7 Edisi Revisi 2026<\/footer>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemeliharaan Transformator: Dari Prinsip Dasar hingga Penentuan Polaritas Materi Pelatihan Teknis Teknisi Elektronika Kelautan (ETO) Transformator adalah perangkat listrik stasioner yang...<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":15742,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","dt_portfolio_category":[891],"dt_portfolio_tags":[],"class_list":["post-15735","dt_portfolio","type-dt_portfolio","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","dt_portfolio_category-dianzidianqiyuanshicaopinggukecheng","dt_portfolio_category-891","description-off"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio\/15735","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/dt_portfolio"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15735"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio\/15735\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15743,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio\/15735\/revisions\/15743"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15742"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15735"}],"wp:term":[{"taxonomy":"dt_portfolio_category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio_category?post=15735"},{"taxonomy":"dt_portfolio_tags","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio_tags?post=15735"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}