{"id":15744,"date":"2026-01-06T21:46:15","date_gmt":"2026-01-06T13:46:15","guid":{"rendered":"http:\/\/www.erun-tech.com\/?post_type=dt_portfolio&#038;p=15744"},"modified":"2026-01-06T21:46:15","modified_gmt":"2026-01-06T13:46:15","slug":"yibudiandongjimingpaishibietongmingduanpanbiejiraozudexingsanjiaolianjiezhuanhuan","status":"publish","type":"dt_portfolio","link":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/project\/yibudiandongjimingpaishibietongmingduanpanbiejiraozudexingsanjiaolianjiezhuanhuan","title":{"rendered":"Identifikasi pelat nama motor asinkron, identifikasi ujung homonim dan konversi belitan ke koneksi bintang-delta"},"content":{"rendered":"<div style=\"font-family: 'Segoe UI', Arial, sans-serif; line-height: 1.8; color: #333; max-width: 1100px; margin: 0 auto; background: #fff; padding: 20px;\">\n<div style=\"text-align: center; border-bottom: 5px solid #ef9308; padding-bottom: 30px; margin-bottom: 40px;\">\n<h1 style=\"color: #1f365c; font-size: 30px; margin-bottom: 10px; font-weight: bold;\">Identifikasi pelat nama motor asinkron, identifikasi ujung homonim dan konversi belitan ke koneksi bintang-delta<\/h1>\n<div style=\"display: inline-block; background: #1f365c; color: #fff; padding: 6px 20px; border-radius: 4px; font-size: 14px; letter-spacing: 1px;\">Perawatan Motor Praktis - Spesifikasi Isolasi dan Perlindungan<\/div>\n<\/div>\n<section style=\"margin-bottom: 50px;\">\n<p style=\"text-indent: 2em;\">Papan nama motor listrik adalah dasar untuk mengenali dan menservis motor. Seperti ditunjukkan pada Tabel 16-1, parameter pelat nama mencakup nomor model, daya pengenal, tegangan pengenal, arus pengenal, kelas insulasi, metode penyambungan, dan kelas proteksi.<\/p>\n<div style=\"overflow-x: auto; margin-top: 20px;\">\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; text-align: center; font-size: 14px;\">\n<caption style=\"padding: 10px; font-weight: bold; color: #1f365c;\">Tabel 16-1 Papan nama motor asinkron tiga fase<\/caption>\n<tbody>\n<tr style=\"background: #1f365c; color: #fff;\">\n<th style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\" colspan=\"4\">Rem elektromagnetik motor asinkron tiga fase<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd; background: #f9f9f9; width: 25%;\">Model<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd; width: 25%;\">YEJ112M-4<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd; background: #f9f9f9; width: 25%;\">nomor seri<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd; width: 25%;\">0243<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd; background: #f9f9f9;\">peringkat<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">4kW<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd; background: #f9f9f9;\">tegangan pengenal<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">380 V<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd; background: #f9f9f9;\">arus pengenal<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">8.9A<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd; background: #f9f9f9;\">koneksi<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">\u25b3<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd; background: #f9f9f9;\">tegangan eksitasi<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">170V<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd; background: #f9f9f9;\">kecepatan pengenal<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">1440r\/menit<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd; background: #f9f9f9;\">suara-suara<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">LW 79 dB(A)<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd; background: #f9f9f9;\">torsi pengereman<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">40N-m<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd; background: #f9f9f9;\">kelas perlindungan<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">IP44<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd; background: #f9f9f9;\">frekuensi pengenal<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">50 Hz<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd; background: #f9f9f9;\">Berat<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">56kg<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd; background: #f9f9f9;\">Nomor standar<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">JB\/T 6456-92<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd; background: #f9f9f9;\">sistem kerja<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">S1<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd; background: #f9f9f9;\">Kelas isolasi<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Insulasi Kelas B<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd; background: #f9f9f9;\" colspan=\"2\">tanggal pembuatan<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\" colspan=\"2\">Agustus 2000<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<div style=\"margin-top: 30px; padding: 0 10px;\">\n<p><strong>1. Model:<\/strong>Nomor model mencerminkan fitur dasar motor, termasuk kode produk, kode spesifikasi, kode lingkungan khusus, dll. Misalnya: Y100L1-2, Y adalah singkatan dari motor asinkron, 100 singkatan dari tinggi tengah dudukan, L singkatan dari panjang dudukan, 1 singkatan dari panjang inti besi, 2 singkatan dari nomor tiang. Misalnya: Y100L1-2, Y adalah singkatan dari motor asinkron, 100 singkatan dari tinggi tengah dudukan, L singkatan dari panjang dudukan, 1 singkatan dari panjang inti besi, dan 2 singkatan dari jumlah kutub; YR adalah singkatan dari motor lilitan kawat, YB adalah singkatan dari motor anti-ledakan, YD adalah singkatan dari motor pengatur kecepatan, YQ adalah singkatan dari motor torsi awal yang tinggi, YZ adalah singkatan dari motor pengangkat dan metalurgi, dan YH adalah singkatan dari motor kelautan, dll. Ketika memilih motor, Anda harus memilih model yang tepat sesuai dengan situasinya. Saat memilih motor, pilih model yang sesuai dengan situasi. Saat mengganti motor, cobalah untuk menggantinya dengan model yang sama.<\/p>\n<p><strong>2. Nilai daya P\u0274:<\/strong>Daya terukur adalah output daya mekanis dari poros ketika motor dioperasikan dalam kondisi terukur.<\/p>\n<p><strong>3. Tegangan pengenal U dan frekuensi pengenal f:<\/strong>Tegangan pengenal dan frekuensi pengenal mengacu pada tegangan saluran dan frekuensinya yang diterapkan pada belitan stator motor ketika motor dioperasikan dalam kondisi pengenal, misalnya 380 V, 50 Hz; 440 V, 60 Hz.<\/p>\n<p><strong>4. Nilai arus I:<\/strong>Arus pengenal adalah arus saluran pada belitan stator motor ketika motor dioperasikan dalam kondisi pengenal.<\/p>\n<p><strong>5. Nilai kecepatan n:<\/strong>Kecepatan terukur adalah jumlah putaran per menit motor ketika motor dioperasikan dalam kondisi terukur.<\/p>\n<p><strong>6. Pola pengkabelan:<\/strong>Metode pengkabelan mengacu pada metode koneksi belitan motor ketika motor dioperasikan dalam kondisi pengenal, dan ada dua jenis: \u25b3 dan Y.<\/p>\n<p><strong>7. Kelas isolasi:<\/strong>Kelas insulasi adalah suhu maksimum yang diizinkan untuk motor sebagaimana ditentukan oleh bahan insulasi. Suhu maksimum yang diizinkan untuk material dengan kelas insulasi yang berbeda ditunjukkan pada Tabel 16-2.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; text-align: center; margin: 15px 0;\">\n<caption style=\"padding: 5px; font-size: 13px; color: #666;\">Tabel 16-2 Peringkat Suhu Bahan Isolasi<\/caption>\n<tbody>\n<tr style=\"background: #f0f4f8;\">\n<th style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">hirarki<\/th>\n<th style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">A<\/th>\n<th style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">E<\/th>\n<th style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">B<\/th>\n<th style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">F<\/th>\n<th style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">H<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Suhu maksimum yang diizinkan<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">105\u00b0C<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">120\u00b0C<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">130\u00b0C<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">155\u00b0C<\/td>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">180\u00b0C<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>8. Tingkat perlindungan:<\/strong>Kelas perlindungan mengacu pada kelas kedap debu dan kedap air motor, yang ditunjukkan oleh IPXX.<\/p>\n<div style=\"display: grid; grid-template-columns: 1fr 1fr; gap: 20px; background: #f9f9f9; padding: 20px; border-radius: 8px; font-size: 13px;\">\n<div><strong>(1) Angka pertama: Kelas perlindungan debu (0 ~ 6)<\/strong><br \/>\nKelas 0: tidak terlindungi; Kelas 1: perlindungan terhadap benda padat berdiameter &gt;50 mm; Kelas 2: perlindungan terhadap benda padat berdiameter &gt;12 mm; Kelas 3: perlindungan terhadap benda padat berdiameter &gt;2,5 mm; Kelas 4: perlindungan terhadap benda padat berdiameter &gt;1 mm; Kelas 5: perlindungan terhadap debu; Kelas 6: kedap debu.<\/div>\n<div><strong>(2) Angka kedua: Tingkat kedap air (0 ~ 8)<\/strong><br \/>\nLevel 0: tidak terlindungi; Level 1: tahan tetesan air; Level 2: tahan tetesan air 15\u00b0 (secara vertikal); Level 3: tahan basah kuyup (tahan tetesan air 60\u00b0); Level 4: tahan percikan air; Level 5: tahan bilasan; Level 6: tahan ombak yang keras; Level 7: tahan rendaman; dan Level 8: tahan menyelam.<br \/>\n<span style=\"color: #ef9308; font-weight: bold;\">Sebagai contoh, IP44 berarti kedap debu kelas 4 dan kedap air kelas 4.<\/span><\/div>\n<\/div>\n<p style=\"margin-top: 15px;\"><strong>9. Sistem kerja (mode operasi):<\/strong><br \/>\nS1: Pengoperasian berkelanjutan, motor dapat berjalan dalam waktu yang lama dalam kondisi terukur.<br \/>\nS2: Pengoperasian dalam waktu singkat, motor hanya dapat bekerja untuk waktu tertentu dalam kondisi pengenal, yang dapat dibagi menjadi empat jenis: 15 menit, 30 menit, 60 menit, 90 menit.<br \/>\nS3: Sistem kerja siklus berselang.<\/p>\n<p><strong>10. Nomor standar:<\/strong>Nomor standar mengacu pada standar yang digunakan untuk memproduksi motor ini, di mana GB adalah standar nasional dan JB adalah standar kementerian.<\/p>\n<\/div>\n<\/section>\n<section style=\"margin-bottom: 50px;\">\n<h2 style=\"background: #1f365c; color: #fff; padding: 12px 25px; border-left: 10px solid #ef9308; border-radius: 4px; font-size: 20px;\">II. Penentuan terminal pertama dan terakhir dari belitan stator (terminal homonim)<\/h2>\n<div style=\"margin-top: 25px; border: 1px solid #ddd; border-radius: 10px; overflow: hidden; margin-bottom: 30px;\">\n<div style=\"background: #f0f4f8; padding: 10px 20px; font-weight: bold; color: #1f365c;\">(i) Metode elektro-induktif<\/div>\n<div style=\"padding: 20px;\">\n<p><strong>1. Dasar pemikiran:<\/strong>Pertama, gunakan blok resistansi multimeter untuk mengukur resistansi antara dua ujung belitan, jika resistansi yang diukur relatif kecil, kedua ujungnya termasuk dalam belitan fase yang sama. Gunakan metode yang sama untuk menilai belitan dua fase lainnya, dan buatlah tanda yang baik.<\/p>\n<p><strong>2. Pengkabelan, penilaian (lihat Gambar 16-1):<\/strong><br \/>\n(1) Pada saat pemberian energi: jika jarum multimeter bias positif, maka U\u2081 dan W\u2081 adalah nama yang sama.<br \/>\n(2) Nilailah U\u2081 dan V\u2081 dengan cara yang sama, lalu nilai polaritas dari ketiga set belitan.<\/p>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<p style=\"font-size: 12px; color: #666;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-15745 aligncenter\" title=\"334d7b31bbdf76bb6ef0528a4581e18a\" src=\"http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/334d7b31bbdf76bb6ef0528a4581e18a.png\" alt=\"334d7b31bbdf76bb6ef0528a4581e18a\" width=\"213\" height=\"86\" srcset=\"http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/334d7b31bbdf76bb6ef0528a4581e18a.png 476w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/334d7b31bbdf76bb6ef0528a4581e18a-300x121.png 300w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/334d7b31bbdf76bb6ef0528a4581e18a-18x7.png 18w\" sizes=\"auto, (max-width: 213px) 100vw, 213px\" \/>Gambar 16-1 Pengujian ujung homonim dengan metode induksi galvanik<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"margin-top: 25px; border: 1px solid #ddd; border-radius: 10px; overflow: hidden; margin-bottom: 30px;\">\n<div style=\"background: #fdf6ec; padding: 10px 20px; font-weight: bold; color: #856404;\">(ii) Metode penggulungan seri<\/div>\n<div style=\"padding: 20px;\">\n<p><strong>1. Dasar pemikiran:<\/strong>Metodenya sama dengan induksi galvanik.<\/p>\n<p><strong>2. Pengkabelan, penilaian (lihat Gambar 16-2):<\/strong><br \/>\nArus bolak-balik (AC) tegangan rendah (3-36 V) diterapkan pada belitan fase pertama, dan multimeter digunakan untuk mengukur tegangan fase kedua U\u20825, fase ketiga U\u20836, dan tegangan total Us\u2086 dari belitan dua fase secara seri.<br \/>\n(1) Jika Us\u2086 = U\u2082\u2085 + U36, maka 2 dan 6 adalah ujung-ujung yang sama.<br \/>\n(2) Jika U\u2086 = U\u2082\u2085 - U36, maka 2 dan 3 adalah ujung-ujung yang sama.<\/p>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<p style=\"font-size: 12px; color: #666;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-15746 aligncenter\" title=\"c05e42e107d487eb6fd9f53699e3b246\" src=\"http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/c05e42e107d487eb6fd9f53699e3b246.png\" alt=\"c05e42e107d487eb6fd9f53699e3b246\" width=\"223\" height=\"107\" srcset=\"http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/c05e42e107d487eb6fd9f53699e3b246.png 504w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/c05e42e107d487eb6fd9f53699e3b246-300x144.png 300w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/c05e42e107d487eb6fd9f53699e3b246-18x9.png 18w\" sizes=\"auto, (max-width: 223px) 100vw, 223px\" \/>Gambar 16-2 Menguji ujung homonim dengan metode rangkaian belitan<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"margin-top: 25px; border: 1px solid #ddd; border-radius: 10px; overflow: hidden;\">\n<div style=\"background: #f0f4f8; padding: 10px 20px; font-weight: bold; color: #1f365c;\">(iii) Metode induksi magnetik sisa<\/div>\n<div style=\"padding: 20px;\">\n<p><strong>1. Dasar pemikiran:<\/strong>Metodenya sama dengan induksi galvanik.<\/p>\n<p><strong>2. Pengkabelan, penilaian (lihat Gambar 16-3):<\/strong><br \/>\nPutar rotor:<br \/>\n(1) Jika penunjuk multimeter tidak berosilasi atau berosilasi minimal, maka 1, 2 dan 3 adalah nama yang sama.<br \/>\n(2) Jika ayunan penunjuk multimeter relatif besar, maka 1, 2, 3 tidak semuanya memiliki nama yang sama, harus ditukar dengan fase apa pun dari dua kabel, lalu uji. Jika penunjuk multimeter tidak berayun atau berayun minimum, maka pertukaran sudah benar, akhir penilaian; jika penunjuk multimeter masih berayun lebih besar, maka harus ditukar dengan fase lain dan coba lagi, sampai penunjuk multimeter tidak berayun atau berayun minimum.<\/p>\n<div style=\"text-align: center;\">\n<p style=\"font-size: 12px; color: #666;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-15747 aligncenter\" title=\"c057a4329e22a038c5d60278f4e4da5a\" src=\"http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/c057a4329e22a038c5d60278f4e4da5a.png\" alt=\"c057a4329e22a038c5d60278f4e4da5a\" width=\"245\" height=\"139\" srcset=\"http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/c057a4329e22a038c5d60278f4e4da5a.png 392w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/c057a4329e22a038c5d60278f4e4da5a-300x170.png 300w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/c057a4329e22a038c5d60278f4e4da5a-18x10.png 18w\" sizes=\"auto, (max-width: 245px) 100vw, 245px\" \/>Gambar 16-3 Metode Induksi Magnetik Sisa untuk Menguji Ujung Homonim<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n<section style=\"margin-bottom: 50px;\">\n<h2 style=\"background: #1f365c; color: #fff; padding: 12px 25px; border-left: 10px solid #ef9308; border-radius: 4px; font-size: 20px;\">III. Konversi sambungan belitan bintang-delta<\/h2>\n<div style=\"margin-top: 25px; padding: 0 10px;\">\n<p style=\"text-indent: 2em;\">Belitan stator adalah bagian sirkuit dari motor tiga fase. Belitan stator tiga fase dari motor tiga fase terdiri dari tiga belitan yang independen satu sama lain, dan setiap belitan dihubungkan oleh sejumlah kumparan. Setiap belitan adalah fase, dan setiap belitan memiliki perbedaan sudut listrik 120 \u00b0 dalam ruang. Setiap fase memiliki dua kabel, satu di awal dan yang lainnya di akhir. Gulungan tiga fase memiliki enam terminal, yang terhubung ke terminal di kotak terminal sasis, terminal pertama diberi label sebagai $U_1$, $V_1$, $W_1$, dan terminal terakhir diberi label masing-masing sebagai $U_2$, $V_2$, $W_2$. Keenam terminal ini disusun dalam kotak terminal seperti yang ditunjukkan pada Gambar 16-4 dan dapat dihubungkan sebagai bintang atau segitiga dengan mengubah hubungan koneksi tab penghubung di antara terminal.<\/p>\n<div style=\"text-align: center; margin-top: 20px;\">\n<p style=\"font-size: 12px; color: #666;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-15748 aligncenter\" title=\"3286f85d602bc88f74ee175cac183725\" src=\"http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/3286f85d602bc88f74ee175cac183725.png\" alt=\"3286f85d602bc88f74ee175cac183725\" width=\"516\" height=\"135\" srcset=\"http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/3286f85d602bc88f74ee175cac183725.png 972w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/3286f85d602bc88f74ee175cac183725-300x78.png 300w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/3286f85d602bc88f74ee175cac183725-768x201.png 768w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/3286f85d602bc88f74ee175cac183725-18x5.png 18w, http:\/\/www.erun-tech.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/3286f85d602bc88f74ee175cac183725-600x157.png 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 516px) 100vw, 516px\" \/>Gambar 16-4 Pengkabelan belitan stator tiga fase<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n<footer style=\"text-align: center; margin-top: 60px; padding-top: 30px; border-top: 1px solid #eee; color: #999; font-size: 13px;\">Pelatihan Keterampilan Kelistrikan &amp; Elektronik Kelautan Dasar | Perawatan Motor | Revisi 2026<\/footer>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Identifikasi pelat nama motor asinkron, diskriminasi terminal homonim, dan konversi koneksi bintang-delta belitan Perawatan Motor Praktis - Spesifikasi Isolasi dan Perlindungan Papan nama motor listrik adalah faktor kunci dalam mengenali dan memelihara ...<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":15749,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","dt_portfolio_category":[891],"dt_portfolio_tags":[],"class_list":["post-15744","dt_portfolio","type-dt_portfolio","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","dt_portfolio_category-dianzidianqiyuanshicaopinggukecheng","dt_portfolio_category-891","description-off"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio\/15744","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/dt_portfolio"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15744"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio\/15744\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15750,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio\/15744\/revisions\/15750"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15749"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15744"}],"wp:term":[{"taxonomy":"dt_portfolio_category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio_category?post=15744"},{"taxonomy":"dt_portfolio_tags","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.erun-tech.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/dt_portfolio_tags?post=15744"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}