Praktik menggunakan pengukur penjepit
I. Konsep Dasar Amperemeter Cengkeram
1. Kegunaan
Amperemeter penjepit, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 13-18, dapat digunakan untuk mengukur arus bolak-balik tanpa perlu memutus rangkaian. Amperemeter penjepit sering digunakan untuk mengukur arus start dan arus operasi pada motor asinkron tiga fasa, serta untuk memeriksa apakah arus tiga fasa seimbang dan apakah motor beroperasi dalam kondisi kelebihan beban. Saat ini, sebagian besar amperemeter penjepit telah digabungkan ke dalam bentuk multimeter, sehingga dapat mengukur arus bolak-balik maupun besaran listrik lainnya.

Gambar 13-18: Amperemeter penjepit
2. Komposisi
Amperemeter penjepit pada dasarnya terdiri dari transformator arus dengan inti besi yang dapat dibuka dan amperemeter sistem magneto-elektrik. Sakelar pengalih dan resistor pembagi arus digunakan untuk mengubah rentang pengukuran.
3. Prinsip Pengukuran
Prinsip pengukuran arus dengan amperemeter penjepit ditunjukkan pada Gambar 13-19, ketika arus $I_p$ mengalir melalui konduktor yang diukur, arus $I_c$ diinduksi pada sisi sekunder. Berdasarkan prinsip transformator, arus $I_c = I_p/N, di mana N$ adalah jumlah lilitan pada sisi sekunder, yang umumnya berkisar antara puluhan hingga ratusan lilitan, bahkan lebih. Dengan demikian, arus besar pada sisi primer diubah menjadi arus kecil pada sisi sekunder. Setelah itu, arus bolak-balik (AC) diubah menjadi arus searah (DC) melalui penyearah dioda dan mengalir melalui kepala pengukur, sehingga besar arus pada sisi primer dapat dideteksi.

Gambar 13-19 Skema Prinsip Kerja Amperemeter Cengkeram
II. Cara Penggunaan dan Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menggunakan Amperemeter Cengkeram
1. Cara Penggunaan
- (1) Penyetelan nol:Sebelum digunakan, pastikan jarum penunjuk berada pada posisi nol. Jika tidak berada pada posisi nol, Anda perlu menyetel pengatur nol mekanis yang terdapat pada penutup alat untuk melakukan penyetelan nol.
- (2) Memilih rentang pengukuran:Pilih rentang pengukuran yang sesuai berdasarkan besarnya arus yang akan diukur. Jika besar arus yang akan diukur tidak diketahui, gunakan terlebih dahulu rentang pengukuran maksimum, kemudian ubah rentang pengukuran sesuai dengan hasil pengukuran.
- (3) Memasang kabel:Letakkan kabel penghantar arus yang akan diukur di tengah inti besi untuk mengukur nilai arus.
- (4) Teknik pengukuran arus kecil:Jika pengukuran dilakukan pada rentang terendah dan defleksi jarum penunjuk masih sangat kecil, maka—jika kondisi memungkinkan—kabel dapat dililitkan beberapa kali sebelum pengukuran dilakukan. Pada saat itu:
Nilai pengukuran arus yang sebenarnya = pembacaan / jumlah lilitan. - (5) Pedoman penyimpanan:Setelah pengukuran selesai, atur sakelar pengalih ke posisi rentang pengukuran maksimum (rentang arus) atau posisi “OFF”.
2. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan
- ?
(1) Pembersihan rahang tang:Mulut tang harus tetap bersih dan rapat; jika perlu, tekan dengan tangan hingga rapat. - ?
(2) Penyetelan nol dan posisi:Sebelum digunakan, pastikan untuk mengatur nol terlebih dahulu; letakkan alat ukur dalam posisi datar dan jauhkan dari medan magnet yang kuat; letakkan kabel penghantar arus yang akan diukur secara vertikal di tengah inti besi. - ?
(3) Prinsip rentang pengukuran:Jika besar arus yang diukur tidak diketahui, gunakan rentang pengukuran maksimum terlebih dahulu. - ?
(4) Larangan transformasi:Jangan mengubah rentang pengukuran selama proses pengukuran.













