Pemeliharaan transformator: dari prinsip dasar hingga penentuan polaritas
Trafo adalah perangkat listrik statis yang termasuk dalam kategori motor listrik dengan kecepatan putaran nol. Saat trafo listrik beroperasi dalam sistem, perangkat ini dapat mentransmisikan energi listrik dari sisi primer ke sisi sekunder melalui konversi energi elektromagnetik, sekaligus menaikkan atau menurunkan tegangan sesuai kebutuhan transmisi dan distribusi listrik. Oleh karena itu, trafo memainkan peran yang sangat penting dalam seluruh proses produksi, transmisi, dan distribusi energi listrik. Di seluruh sistem tenaga listrik, kapasitas trafo biasanya lebih dari 3 kali lipat kapasitas generator.
II. Isi label pada trafo
(1) Penjelasan mengenai tipe-tipe trafo
Kode tipe transformator terdiri dari dua bagian; bagian pertama terdiri dari huruf-huruf dalam sistem pinyin bahasa Mandarin, yang menunjukkan kategori, karakteristik struktur, dan kegunaan transformator, sedangkan bagian kedua terdiri dari angka-angka, yang menunjukkan kapasitas produk (kV·A) dan tingkat tegangan belitan tegangan tinggi (kV).
Penjelasan Terperinci tentang Arti Huruf Pinyin Bahasa Mandarin:
| Bagian 1 (Jumlah Fase) | D——fase tunggal;S——Tiga fase. |
| Bagian 2 (Pendinginan) | J——Pendinginan mandiri dengan minyak;F——pendinginan dengan minyak dan udara;FP——Pendinginan udara dengan sirkulasi oli paksa;SP——Pendinginan air dengan sirkulasi oli paksa. |
| Bagian 3 (Tegangan) | S——Tegangan tiga tingkat; tanpa huruf S berarti tegangan dua tingkat. |
| Arti kode-kode lainnya | L——kumparan aluminium atau pelindung petir; 0——Autotransformator (jika berada di posisi pertama, berarti autotransformator penurun tegangan; jika berada di posisi terakhir, berarti autotransformator peningkat tegangan); Z——Penyesuaian tegangan dengan beban; TH——Daerah tropis lembap (kode jenis perlindungan); TA——Tropis Kering (kode jenis perlindungan). |
(2) Kapasitas terukur (SN)
Kapasitas pengenal adalah nilai jaminan daya semu yang dihasilkan oleh trafo pada kondisi kerja pengenal (yaitu kondisi kerja pada tegangan pengenal, frekuensi pengenal, dan kondisi penggunaan pengenal) sebagaimana ditetapkan oleh pabrik pembuatnya, yang dinyatakan dalam SN. Kapasitas pengenal biasanya mengacu pada kapasitas belitan tegangan tinggi; ketika kapasitas trafo berubah karena metode pendinginan, kapasitas pengenal mengacu pada kapasitas maksimumnya.
(3) Arus pengenal (I1, I2)
Arus pengenal primer dan sekunder pada transformator adalah arus listrik yang secara permanen diperbolehkan mengalir melalui belitan primer dan sekunder transformator pada tegangan pengenal dan suhu lingkungan pengenal, sehingga bagian-bagian transformator tidak mengalami kelebihan suhu; satuan pengukurannya adalah A.
(4) Tegangan pengenal (UN)
Tegangan pengenal transformator adalah tegangan pengenal masing-masing belitan, yang mengacu pada tegangan pengenal yang diterapkan atau tegangan yang dihasilkan saat tidak bermuatan. Tegangan pengenal primer U1nMerupakan nilai tegangan pengenal yang diterima pada ujung-ujung belitan primer trafo; tegangan pengenal sekunder U2nMerupakan tegangan pada belitan sekunder (dalam satuan V atau kV) ketika tegangan yang diterapkan pada belitan primer adalah nilai pengenal dan trafo dalam keadaan tanpa beban. Tegangan pengenal pada trafo tiga fasa selalu merujuk pada tegangan fasa.
Penjelasan dari para ahli:Secara umum, dengan menarik tap yang sesuai pada belitan tegangan tinggi, belitan tegangan tinggi atau belitan pengatur tegangan terpisahnya sering ditempatkan di bagian terluar, sehingga memudahkan pengambilan tap; arus pada sisi tegangan tinggi relatif kecil, sehingga penampang konduktor penghubung tap dan bagian pengangkut arus pada sakelar tap dapat dibuat lebih kecil, serta kontak sakelar tap pun lebih mudah diproduksi.
(5) Analisis Kelompok Koneksi
Grup sambungan menunjukkan cara penyambungan belitan pada setiap fasa trafo serta hubungan fase antara tegangan primer dan sekunder. Urutan simbol dari kiri ke kanan masing-masing mewakili cara penyambungan belitan primer dan sekunder, sedangkan angka menunjukkan nomor grup sambungan kedua belitan tersebut. Trafo tegangan tinggi pada umumnya adalah Yn, Y, d11 Pemasangan kabel.
1. Definisi ujung dengan nama yang sama dan ujung dengan nama yang berbeda pada transformator
Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 15-1, titik hitam kecil yang tertera pada kumparan transformator menandakan ujung sejenis. Ujung sejenis merupakan dasar untuk menentukan fase arus atau ggl antara kumparan transformator. Ketika arus dialirkan ke dua kumparan transformator dan arah fluks magnetik yang dihasilkannya sama, ujung tempat arus masuk pada kedua kumparan tersebut disebut ujung sejenis (juga disebut ujung dengan polaritas sama); sebaliknya, disebut ujung berbeda jenis.
Gambar 15-1 Skema rangkaian dengan transformator
Pada dua kumparan yang ditunjukkan pada Gambar 15-2, arus pada kumparan sebelah kiri mengalir masuk dari ujung 1, sedangkan arus pada kumparan sebelah kanan masuk dari ujung 3. Arah fluks magnetik yang dihasilkan oleh kedua kumparan tersebut sama (saling mendukung), sehingga ujung 1 dan ujung 3 merupakan ujung sejenis, ujung 2 dan ujung 4 merupakan ujung sejenis, ujung 1 dan ujung 4 merupakan ujung berbeda jenis, serta ujung 2 dan ujung 3 merupakan ujung berbeda jenis.
Gambar 15-2 Skema Sirkuit Kumparan Trafo
Selain itu, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 15-3, jika pada inti besi yang sama arah lilitan kumparan sama, maka ujung-ujung yang bersangkutan merupakan ujung-ujung dengan nama yang sama.
Gambar 15-3: Penentuan ujung-ujung dengan nama yang sama pada kumparan yang dililit pada inti besi yang sama
2. Cara menentukan ujung-ujung dengan nama yang sama pada trafo
Terdapat berbagai cara untuk menentukan ujung-ujung dengan nama yang sama pada transformator; dua di antaranya yang umum digunakan adalah metode tegangan bolak-balik dan metode arus searah (yang terbagi menjadi metode baterai kering dan metode lampu LED).
III. Penggunaan Transformator Tegangan dan Transformator Arus
(1) Voltmeter arus bolak-balik dan transformator tegangan (PT)
- (1) Voltmeter dihubungkan secara paralel pada kedua ujung tegangan yang diukur.
- (2) Pilih rentang pengukuran voltmeter berdasarkan besarnya tegangan yang akan diukur, dan pastikan rentang tersebut sedikit lebih besar daripada tegangan objek yang akan diukur.
- (3) Saat voltmeter digunakan untuk mengukur tegangan tinggi, harus digunakan transformator tegangan:
- ① Sisi primer dihubungkan ke tegangan yang akan diukur, sedangkan sisi sekunder dihubungkan ke voltmeter (tegangan standar sebesar 100 V);
- ② Inti besi harus dihubungkan ke ground;
- ③ Sisi sekunder transformator tegangan tidak boleh mengalami korsleting.
(2) Amperemeter arus bolak-balik dan transformator arus (CT)
- (1) Amperemeter arus bolak-balik dihubungkan secara seri dengan rangkaian yang diukur.
- (2) Pilih rentang pengukuran amperemeter sesuai dengan besaran yang diukur, dan pastikan rentang tersebut sedikit lebih besar daripada besaran yang diukur.
- (3) Saat amperemeter mengukur arus besar, perlu dipilih transformator arus yang sesuai:
- ① Kabel samping dihubungkan ke amperemeter; umumnya arus pengukurnya sebesar 5 A;
- ② Saat mengganti amperemeter, sisi sekunder harus di-short-circuit untuk mencegah tegangan tinggi yang diinduksi merusak transformator arus;
- ③ Sisi sekunder dan inti besi dihubungkan ke ground untuk mencegah kebocoran arus listrik yang dapat membahayakan keselamatan;
- ④ Sisi sekunder transformator arus tidak boleh terputus.


Gambar 15-4 Metode Tegangan AC untuk Mengukur Ujung Sejenis pada Trafo
Gambar 15-5 Metode arus searah (metode baterai kering) untuk mengukur ujung-ujung sejenis pada transformator
Gambar 15-6 Metode arus searah (metode lampu LED) untuk mengukur ujung-ujung sejenis pada transformator










