Pengoperasian dasar dan pemeliharaan teknis peralatan tachograph
I. Struktur Alat Pengukur Jarak Doppler Tipe DS-80
Alat pengukur jarak Doppler tipe DS-80 merupakan produk unggulan dari seri DS yang diproduksi oleh perusahaan FURUNO Electric Jepang. Perangkat ini menggunakan teknologi pemrosesan komputer, memiliki akurasi pengukuran yang tinggi, dan sepenuhnya memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh IMO dan Komite Elektroteknik Internasional (IEC).
Struktur keseluruhan alat pengukur jarak Doppler tipe DS-80 mencakup layar utama, layar tambahan, prosesor, kotak sambungan, transceiver, dan transduser, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 5-1-1.
Gambar 5-1-1 Struktur Keseluruhan Alat Pengukur Jarak Doppler Tipe DS-80
Layar UtamaPerangkat ini berfungsi untuk mengendalikan pengoperasian seluruh sistem serta menampilkan hasil pengukuran; data yang dapat ditampilkan meliputi kecepatan kapal maju/mundur, kecepatan pergeseran lateral ke kiri/kanan di bagian haluan, jarak tempuh kumulatif, serta kedalaman air di bawah lambung kapal.
ProsesorDi bagian dalamnya terdapat komponen-komponen seperti rangkaian catu daya, rangkaian gerbang Doppler, dan mikrokontroler. Fungsi utamanya ada dua: pertama, menghasilkan pulsa pemicu dan mengirimkannya ke unit transceiver untuk mengendalikan operasinya; kedua, mengubah sinyal gema yang diterima oleh transceiver menjadi sinyal kecepatan kapal, yang kemudian dikirimkan ke layar utama atau layar tambahan lainnya.
TransceiverFungsinya adalah menghasilkan pulsa osilasi listrik, yang memicu transduser untuk memancarkan gelombang ultrasonik ke dasar laut, sekaligus menerima sinyal pantulan dari transduser, memperkuat dan memproses sinyal tersebut, lalu mengubahnya menjadi sinyal listrik sebelum dikirim ke unit pemroses. Perlu dicatat bahwa pada beberapa model Doppler Rangefinder tipe DS-80, transceiver dan unit pemroses telah diintegrasikan menjadi satu, sehingga mempermudah proses pemasangan perangkat.
Layar tambahanTerdiri dari dua jenis, yaitu tipe digital dan tipe indikator, yang sinyalnya bersumber dari data serial atau data analog yang disediakan oleh prosesor, dan secara fungsional sama dengan layar utama.
II. Pengoperasian Dasar Perangkat Taxameter dan Cara Melihat Informasi
(1) Pengoperasian
(1) Tekan tombol “POWER” untuk menghidupkan mesin; mesin akan terlebih dahulu memasuki mode pemeriksaan mandiri.
Tiga angka “0” akan berkedip di jendela tampilan kecepatan selama 1 menit, sementara memori, LED, dan bunyi bip diperiksa secara berurutan. Jika pemeriksaan berjalan normal, nomor versi program layar utama (P××) akan muncul di jendela tampilan kecepatan vertikal, sedangkan nomor versi program unit pemroses (P××) akan muncul pada tiga digit pertama jendela tampilan jarak tempuh. Jika pemeriksaan tidak normal, akan muncul pesan kesalahan yang sesuai. Contoh:1 berarti kesalahan ROM, 2 berarti kesalahan RAM, 3 berarti kesalahan EPROM。
(2) Setelah pemeriksaan mandiri selesai, kecepatan dan jangkauan (atau kedalaman air) yang normal ditampilkan.
(3) Gunakan tombol “DIMMER” untuk mengatur kecerahan tampilan panel, lalu tekan tombol “kt/m/s” untuk memilih satuan pengukuran kecepatan.
(4) Tekan tombol “MODE” untuk memilih mode pelacakan odometer (dasar laut/lapisan air/otomatis); lampu indikator G, W, dan A yang sesuai akan menyala.
- Pelacakan di Dasar Laut (G): Kisaran kedalaman 1–200 m di bawah lambung kapal;
- Pemantauan Lapisan Air (W): Kisaran kedalaman 2–25 m di bawah lambung kapal;
- Pelacakan Otomatis (A): Akan secara otomatis beralih antara mode pelacakan di dasar laut dan di lapisan air sesuai dengan kedalaman air yang sebenarnya.
(5) Tekan tombol “Distance/Keel Clearance” untuk memilih tampilan jarak tempuh atau kedalaman air di bawah lunas.Satuan pengukuran jarak pelayaran adalah mil laut (n mile), sedangkan satuan pengukuran kedalaman air adalah meter, kaki, atau fathom.
(6) Menetapkan jarak tempuh awal:Data perjalanan tetap tersimpan setelah perangkat dimatikan; tombol “SET” dapat digunakan untuk mengosongkan data perjalanan atau memasukkan jarak tempuh awal yang telah ditentukan.
(2) Melihat Informasi
Panel layar utama alat pengukur jarak Doppler tipe DS-80 memiliki tiga area tampilan dari atas ke bawah:
- Di bagian paling atas terdapat area tampilan kecepatan pergerakan ke kiri/kanan di bagian haluan kapal:Saat tampilan normal, ikon panah kiri atau panah kanan akan menyala untuk menunjukkan arah pergeseran haluan kapal saat ini.
- Di bagian tengah terdapat area penunjuk kecepatan maju/mundur kapal:Di sisi kiri jendela tampilan tersebut terdapat indikator mode pelacakan, di mana huruf G berarti pelacakan dasar laut, W berarti pelacakan lapisan air, dan A berarti pelacakan otomatis; sedangkan sisi kanannya digunakan untuk menampilkan satuan kecepatan, status pemeriksaan mandiri, dan informasi peringatan kecepatan.
- Di bagian paling bawah terdapat area tampilan jarak tempuh/kedalaman air di bawah lambung kapal:Di bagian atas jendela tampilan terdapat indikator status yang bertuliskan “Distance” (jarak tempuh) dan “Keel Clearance” (kedalaman di bawah lunas); di sebelah kanannya terdapat tampilan satuan jarak tempuh.
III. Prosedur Pengujian Mandiri Odometer
“Di ”SYSTEM MENU 2“ (Menu Sistem 2), Anda dapat membuka ”TEST“ (Tes Diagnostik): untuk memeriksa apakah perangkat berfungsi dengan normal. Melalui menu ”TEST”, Anda dapat mendiagnosis dan memeriksa nomor program; fungsi diagnostik ini dapat memeriksa ROM, RAM, dan SIO serta menampilkan ID program.
1. Memulai pengujian:Tekan tombol “MENU” untuk membuka menu, pilih “SYSTEM MENU 2” (Menu Sistem 2), lalu tekan tombol “ENT”; tekan tombol “ENT” sekali lagi. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5-1-2(a), kotak dialog awal pengujian akan muncul.
2. Mulai pengujian:Tekan tombol “ENT” untuk memulai pengujian. Beberapa saat kemudian, tampilan akan berubah, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5-1-2(b).
3. Penilaian hasil:Periksa apakah ROM, RAM, dan SIO (jika menggunakan konektor khusus) berfungsi dengan normal; hasilnya ditampilkan sebagai“OK” (normal) atau “NG” (tidak normal). Nomor program juga tercantum di sini.
4. Pemeriksaan interaktif:Teks “PUSH KEY” (tombol) akan disorot, sebagai petunjuk untuk memeriksa tombol kontrol. Lakukan operasi pada tombol kontrol mana pun dalam waktu 5 detik (kecuali tombol “POWER”). Jika berfungsi dengan normal, nama tombol kontrol yang diaktifkan akan muncul di layar. Perhatikan, jika tidak ada tombol kontrol yang dioperasikan dalam waktu 5 detik, perangkat akan secara otomatis memulai pemeriksaan LCD. Setelah pemeriksaan LCD otomatis selesai, pengujian akan diulang secara otomatis.
5. Menghentikan pengujian:Untuk menghentikan pengujian, matikan sakelar daya, lalu nyalakan kembali.
IV. Penghubungan odometer dengan peralatan navigasi lainnya
Perangkat keluaran utama dan fungsi yang dipenuhi oleh odometer kapal ditunjukkan pada Tabel 5-1-1.
Tabel 5-1-1 Daftar perangkat keluaran utama dan fungsi yang diimplementasikan pada odometer kapal
Masukan sinyal:Alat pengukur jarak Doppler tipe DS-80 dapat menerima sinyal masukan berupa posisi kapal, SOG (kecepatan relatif terhadap daratan), dan COG (arah relatif terhadap daratan) yang dihasilkan oleh perangkat navigasi GPS. Sinyal-sinyal masukan tersebut harus memenuhi IEC 61162-1 dan protokol NMEA 0183, format kalimat yang umum antara lain GGA (termasuk informasi seperti waktu, lintang, akurasi, dan sebagainya) serta VTG (Termasuk informasi SOG dan COG). Setelah odometer menerima informasi posisi kapal, operator dapat dengan mudah melihat hubungan antara kecepatan dan posisi kapal pada panel tampilan.
Output sinyal:Data kecepatan dan jarak tempuh dari odometer dapat dikirimkan ke perangkat seperti monitor, peta laut elektronik, perekam data pelayaran (VDR), radar, dan sebagainya. Sinyal keluaran tersebut juga sesuai dengan IEC 61162-1 dan protokol NMEA 0183, format kalimat yang umum antara lain:
- VBW:Kecepatan relatif terhadap air atau terhadap darat. Interval keluaran sinyal adalah 3 detik。
- VLW:Jarak tempuh di air. Interval keluaran sinyal adalah 1 detik。
- Sinyal pulsa:Selain itu, data kecepatan dan jarak tempuh dari odometer juga dapat ditampilkan dalam bentuk 200 p/n mil dalam bentuk pulsa yang dikirimkan ke radar, yaitu setiap 0,005 n mil Perubahan jarak tempuh tersebut menghasilkan sinyal pulsa.













