Manajemen pemeliharaan peralatan SIA (peraturan teknis lengkap)
Pemeliharaan dan Pengelolaan Peralatan SIA
I. Proses pemeliharaan rutin SIA
(i) Pemeriksaan peralatan SIA
Setelah pemasangan peralatan AIS di kapal selesai, petugas kelistrikan dan elektronik atau pilot (kelasi dua) harus memeriksa peralatan tersebut. Pada akhir pemeriksaan, hasilnya harus dilaporkan kepada kapten kapal, yang akan menandatangani untuk mengonfirmasi hasilnya. Selama pengoperasian kapal, peralatan AIS harus diperiksa setiap tahun. Selain itu, setiap pelayaran atau setiap bulan (mana saja yang lebih pendek), informasi statis dan informasi terkait pelayaran yang dikirim oleh peralatan harus diperiksa, dan hasil pemeriksaan harus dicatat dalam buku catatan. Prosedurnya adalah sebagai berikut:
1. Inspeksi instalasi peralatan AIS
(1) Petugas Kelistrikan dan Elektronika atau Pengemudi (Mualim II) akan memeriksa sertifikat produk dan tanda pemeriksaan peralatan AIS.
(2) Lakukan pemeriksaan kosmetik peralatan untuk memverifikasi bahwa tidak ada kerusakan pada bagian luar peralatan atau antarmuka.
(3) Periksa kabel penghubung dan unit catu daya, dll. dari peralatan untuk memastikan bahwa kabel tersambung dengan kuat dan tidak ada bahaya sengatan listrik. Pada saat yang sama, pastikan bahwa peralatan dipasang di lokasi yang nyaman untuk pengoperasian dan pemeliharaan, periksa apakah peralatan AIS diardekan dengan benar sesuai dengan persyaratan gambar, dan tata letak kabel konsisten dengan diagram sistem peralatan AIS.
(4) Periksa pemasangan antena transceiver peralatan AIS, serta antena GNSS internal dan eksternal, dan pastikan bahwa posisi pemasangan sesuai dengan tanda gambar dan catatan informasi statis, dan antena terpasang dengan kuat.
(5) Setelah memastikan bahwa sistem terhubung dengan benar, beri daya pada unit dan lakukan pengujian berikut:
- ① Pastikan sensor yang tersambung ke perangkat AIS berfungsi dengan baik.
- ② Lakukan uji mandiri menggunakan fungsi uji mandiri internal (BIIT) perangkat AIS dan konfirmasikan bahwa hasilnya normal.
- (iii) Konfirmasikan bahwa perangkat AIS harus berada dalam posisi untuk 2 menit (b) Beroperasi secara normal di dalam dan mengirimkan pesan-pesan kapal pada interval pelaporan yang ditentukan.
- ④ Ikuti daftar periksa inisialisasi perangkat AIS untuk mengonfirmasi bahwa informasi statis kapal telah dimasukkan dengan benar.
- ⑤ Konfirmasikan bahwa informasi dari sensor identik dengan informasi yang dikumpulkan dan ditampilkan oleh perangkat AIS, dan keakuratan datanya memenuhi persyaratan standar kinerja.
- (vi) Dalam pengoperasian normal peralatan AIS, nyalakan peralatan seperti frekuensi menengah dan tinggi serta radar untuk memastikan bahwa peralatan AIS masih dapat beroperasi secara normal ketika peralatan lain sedang melakukan transmisi.
- (vii) Amati target yang dilaporkan oleh AIS dan bandingkan dengan target pelacakan radar untuk mengonfirmasi bahwa target yang diamati oleh keduanya adalah sama, dan, jika perlu, posisi target yang tepat dapat direalisasikan melalui sarana komunikasi lainnya. Jika terdapat kesalahan besar pada target, penyebab kesalahan harus diselidiki lebih lanjut.
- ⑧ simulasi kesalahan buatan manusia (seperti hilangnya posisi GNSS), harus berada di meja pengemudi melalui unit alarm eksternal yang dikeluarkan oleh alarm yang dapat didengar, di unit tampilan untuk menunjukkan informasi alarm dan situasi kesalahan yang sebenarnya konsisten.
- ⑨ Jika memungkinkan, uji kemampuan komunikasi jarak jauh perangkat AIS.
2. Pemeriksaan operasional peralatan SIA
Peralatan AIS tunduk pada inspeksi berikut ini bersamaan dengan inspeksi tahunan dan berkala/sertifikasi ulang peralatan keselamatan:
(1) Periksa tampilan peralatan, kabel penghubung, soket pilot, perangkat konversi daya, dll., untuk memastikan bahwa kabel tidak longgar, terlepas, atau rusak, dan bahwa kabel telah diardekan dengan baik dan tidak menimbulkan risiko sengatan listrik.
(2) Periksa peralatan AIS dan antena GNSS yang tersambung untuk memastikan tidak ada karat atau pengelupasan kulit luar yang serius, dan bahwa sambungan kabel antena dan area yang melewati sekat kedap air dengan baik.
(3) Periksa apakah informasi statis kapal dan informasi terkait pelayaran ditampilkan dengan benar dan sesuai dengan keadaan sebenarnya.
(4) Konfirmasikan bahwa sensor bekerja secara normal dan informasi sensor yang ditampilkan oleh perangkat konsisten dengan informasi yang sebenarnya. perangkat AIS memiliki hasil uji mandiri yang normal setelah dinyalakan dan dapat digunakan dalam 2 menit dalam operasi normal.
(5) Konfirmasi informasi target dengan VHF atau sarana komunikasi lainnya, atau perbandingan dengan target yang dilacak radar.
(6) Konfirmasikan bahwa peralatan mengirimkan pesan AIS kapal pada interval yang ditentukan.
(7) Mensimulasikan situasi gangguan dan memeriksa apakah pesan alarm yang diberikan oleh MKD sudah benar.
(8) Periksa catatan peralatan itu sendiri tentang 10 kali terakhir peralatan itu tidak berfungsi untuk melihat bagaimana peralatan itu bekerja dan digunakan.
(9) Jika kondisi memungkinkan, hubungi stasiun pangkalan AIS untuk mengirim pesan pertanyaan ke kapal guna mengonfirmasi bahwa peralatan merespons dengan benar.
(ii) Pemeliharaan peralatan SIA
Poin-poin utama pemeliharaan peralatan AIS adalah sebagai berikut:
- (1) Petugas kelistrikan dan elektronik akan mengetahui dan menandai posisi sakelar kontrol untuk catu daya ganda peralatan.
- (2) Secara teratur memeriksa catu daya utama dan cadangan SIA untuk memastikan bahwa keduanya berfungsi dan beralih dengan benar.
- (3) Periksa secara berkala sambungan kabel antena dan pemasangan serta kedap air adaptor.
- (4) Membiasakan diri dengan metode penggantian antena dan adaptor kabel.
- (5) Inspeksi pelabuhan percontohan dan pelabuhan percontohan yang dipasang sesuai dengan persyaratan khusus Terusan Panama yang sesuai dengan Amerika Serikat NEMA 14-30R (atau NEMA 6-15R) Soket daya tiga fase standar dengan tegangan pengenal 120V AC, dan terhubung dengan andal ke catu daya darurat.
Kedua, metode penilaian kegagalan peralatan umum AIS
Untuk memastikan pengoperasian peralatan AIS di kapal yang benar, teknisi listrik elektronik harus mengetahui berbagai alarm peralatan yang mungkin timbul selama pengoperasian sistem, dan mengeliminasi kesalahan rutin atau bahaya tersembunyi sedini mungkin.
(i) Alarm peralatan
Alarm peralatan adalah kesalahan operasional yang disebabkan oleh kerusakan peralatan atau hilangnya sinyal penginderaan, biasanya memberikan kode alarm atau indikasi kesalahan. Alarm peralatan bervariasi dari satu produsen/model ke produsen lainnya, namun umumnya serupa. Tabel 3-2-1 menunjukkan jenis-jenis utama alarm peralatan.
| Tabel 3-2-1 Jenis Alarm Peralatan Utama (Ringkasan) |
|---|
| Termasuk: Kegagalan TX, alarm VSWR antena, kehilangan sinyal GNSS, kegagalan input sensor, ketidaknormalan catu daya, dan alarm inti lainnya. |
Tip Penting:Sinyal alarm per 30s Ulangi transmisi hingga EE mengonfirmasi pengoperasian. Jika situasi seperti itu terjadi, EE harus segera melaporkan rincian kegagalan peralatan AIS kapal kepada Nakhoda dan mencatat kegagalan tersebut dalam buku catatan. Ketika kapal berlayar di perairan wajib lapor, Nakhoda diwajibkan untuk melaporkan kegagalan peralatan AIS kepada otoritas yang berwenang secara tepat waktu.
(ii) Penanganan pengecualian
Anomali yang jelas teramati selama penggunaan AIS, tetapi tidak ada kode alarm yang jelas dan sistem menyediakan data target. Hal ini harus menjadi perhatian navigator. Tabel 3-2-2 mencantumkan beberapa anomali utama dan kemungkinan penyebabnya.
| Tabel 3-2-2 Anomali SIA Utama dan Kemungkinan Penyebabnya (Ringkasan) |
|---|
| Termasuk: kehilangan target, offset posisi, tumpang tindih sinyal, desinkronisasi waktu, dll. dan alasan di baliknya. |
(iii) Memeriksa status alarm
Log status alarm menunjukkan yang terbaru 25 kali Tanggal dan waktu ketika peringatan dipicu. Kita dapat melihat kesalahan melalui peringatan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
Pada tampilan plotter, tekan empat kali secara berurutan“DISP”keypad“STATUS ALARM”tampilan, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3-2-1.
Gambar 3-2-1 Tampilan STATUS ALARM
(iv) DIAGNOSIS pengujian mandiri peralatan AIS di kapal
Ketika memecahkan masalah peralatan AIS, tes diagnostik biasanya dilakukan untuk menentukan status operasional setiap modul, sebagai berikut FURUNO FA-150 Contoh AIS Tipe mengilustrasikan uji diagnostik untuk memeriksa apakah unit monitor dan unit transponder radar berfungsi dengan baik.
1. Uji monitor (MONITOR TEST)
(1) Tekan“MENU”untuk membuka menu utama.
(2) Gunakan Bantalan Kursor opsi“DIAGNOSIS”(Diagnostik), lalu tekan“THT”Kunci.
(3) Seleksi“UJI MONITOR”(uji monitor), lalu tekan tombol“THT”Kunci:
- ① Layar menampilkan nomor program.
- ② Sorot pesan“TOMBOL TOMBOL”Tekan setiap tombol dan panah pada Panel Kursor satu per satu. Tekan setiap tombol dan panah pada Panel Kursor satu per satu untuk memastikan nama muncul di samping “KEY”.
- ③ Periksa port ROM, RAM dan I/O (diperlukan konektor uji khusus). Hasilnya ditampilkan sebagai BAIKLAH. 或 NG (tidak normal)。
- ④ Periksa apakah kontras diubah secara otomatis.
- ⑤ Periksa LCD: Semua LCD dinyalakan selama 2 detik lalu dimatikan selama 3 detik, layar berubah menjadi hitam, lalu putih.
(4) Keluar: Apabila “PUSH KEY” ditampilkan dalam penyorotan, tekan tombol “MENU” tiga kali berturut-turut.
Gambar 3-2-2 Antarmuka Uji Monitor
2. UJI TRANSPONDER
(1) TES MEMORI
Jalur: MENU → DIAGNOSTIK → UJI TRANSPONDER → UJI MEMORI Hasilnya ditampilkan sebagai “OK” atau “NG”. Jika hasilnya “NG”, hubungi dealer Anda.
[Gambar yang menunjukkan layar hasil UJI MEMORI dengan status ROM dan RAM OK]
Gambar 3-2-3 Tampilan UJI MEMORI
(2) Tes Penerima GPS Internal (Tes GPS)
Jalur: MENU → DIAGNOSTIK → UJI TRANSPONDER → UJI GPS Jika “NG” ditampilkan, pesan yang mengindikasikan alasannya akan ditampilkan:
- ERR CADANGAN DATA (Kesalahan Pencadangan Data)
- KESALAHAN KOMUNIKASI GPS
- PARAMETER BACKUP ERR (Kesalahan Pencadangan Parameter)
- kesalahan rom / kesalahan ram / kesalahan antena
Gambar 3-2-4 Tampilan Uji GPS













