Panduan praktik sekering, pembongkaran, dan perbaikan yang umum terjadi
I. Struktur dan Karakteristik Sekring
1. Sekring sisip
Sekring sisip digunakan pada rangkaian tegangan rendah untuk memberikan perlindungan terhadap korsleting atau kelebihan beban pada peralatan listrik. Sekring dilengkapi dengan kawat atau lempengan pelebur; saat digunakan, arus pengenal kawat pelebur tidak boleh melebihi arus pengenal yang tertera pada bagian keramiknya, karena jika tidak, busur listrik yang dihasilkan saat kawat pelebur putus akan sangat kuat dan dapat merusak sekring.
2. Sekring spiral
Sekring spiral dilengkapi dengan filamen dan pasir kuarsa di dalam tabung sekringnya; salah satu ujung tabung sekring tersebut memiliki titik berwarna. Ketika filamen putus, titik berwarna tersebut akan terlepas, menandakan bahwa filamen telah putus.
3. Sekring tabung tertutup dengan bahan pengisi
Terdiri dari tabung pemutus arus, elemen pemutus, indikator, bahan pengisi, dan dudukan kontak. Elemen pemutus dibuat dari pita perak berbentuk V dengan penampang sempit atau berbentuk jaring, yang memiliki respons cepat, sehingga dapat berfungsi sebagai pelindung terhadap korsleting dan kelebihan beban pada komponen penyearah semikonduktor.
II. Pemilihan Sekring
Pemilihan sekring terutama didasarkan pada kondisi beban dan besarnya arus hubung singkat pada rangkaian. Untuk perlindungan rangkaian penerangan atau motor dengan kapasitas kecil, dapat digunakan sekring tabung semi-tertutup atau sekring tabung tertutup tanpa pengisi; untuk sirkuit dengan arus hubung singkat yang cukup besar atau di tempat yang terdapat gas mudah terbakar, sebaiknya digunakan sekring tabung tertutup dengan pengisi; untuk perlindungan thyristor dan komponen silikon, sebaiknya digunakan sekring cepat.
Prinsip-prinsip komputasi inti:
Karena berbagai peralatan listrik memiliki kemampuan menahan kelebihan beban tertentu, ketika kemampuan tersebut relatif rendah, peralatan tersebut dapat dioperasikan dalam waktu yang lebih lama; namun, ketika melebihi kelipatan beban berlebih tertentu, sekring harus putus dalam waktu tertentu. Selain itu, ada beberapa peralatan yang memiliki arus start-up yang sangat besar, seperti motor asinkron tiga fasa yang arus start-up-nya mencapai 5 hingga 7 kali arus pengenal. Oleh karena itu, dalam memilih sekring, karakteristik peralatan tersebut harus dipertimbangkan.
Arus pengenal lelehan ≥ jumlah arus kerja semua lampu pada cabang tersebut
Arus pengenal sekering ≥ (1,5–2,5) × arus pengenal motor
Arus pengenal fusi = (1~1,2) × arus pengenal sisi tegangan rendah trafo
Elemen pemutus arus harus dapat meleleh secara andal saat terkena arus hubung singkat. Jika nilainya terlalu besar, elemen tersebut tidak akan meleleh tepat waktu; sebaliknya, jika nilainya terlalu kecil, elemen tersebut akan meleleh saat beban normal.
III. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penggunaan Sekring
- (1) Saat mengganti sekring, sekring yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan, yaitu memiliki tipe, bahan, ukuran, dan tingkat arus yang sama.
- (2) Tegangan pengenal sekring tidak boleh lebih rendah dari tegangan pengenal saluran.
- (3) Harus dipilih sekring yang memiliki kapasitas pemutusan yang sesuai untuk menangani arus hubung singkat maksimum yang mungkin terjadi.
- (4) Koordinasi di semua tingkatan:Biasanya, ukuran lelehan pada tingkat sebelumnya harus 2 hingga 3 kali lebih besar daripada lelehan pada tingkat berikutnya, untuk mencegah terjadinya pemicu yang melompati tingkat.
- (5) Jangan memasang seutas sekring di kedua ujung tabung sekring untuk melanjutkan penggunaan.
- (6) Sekring hanya dapat digunakan sebagai pelindung hubung singkat pada rangkaian utama motor, dan tidak dapat digunakan sebagai pelindung kelebihan beban.
- (7) Pada saluran pembumian, kabel netral sistem tiga fasa empat kabel, dan rangkaian eksitasi motor arus searahTidak diperbolehkanPasang sekring.
IV. Kerusakan Umum pada Pemutus Arus
Penyebab: Kelebihan beban pada sirkuit, korsleting, pemilihan tipe yang tidak tepat, atau keausan. Gejala: Listrik padam, sekring putus atau hangus.
Penyebab: Kontak pada dudukan mengalami oksidasi, kendur, atau kotor. Gejala: Terjadi panas, arus listrik kadang-kadang terputus-putus, dan timbul busur listrik.
Penyebab: Benturan mekanis, abrasi akibat suhu tinggi. Gejala: Cangkang retak, berubah bentuk, atau terkarsinasi.
Penyebab: Kualitas buruk, arus tidak sesuai. Gejala: Sirkuit mengalami gangguan tetapi tidak terputus, sehingga dapat merusak peralatan.
V. Langkah-langkah Pemasangan dan Pembongkaran Sekring
- (1) Matikan aliran listrik dan periksa adanya arus listrik:Matikan sakelar daya, lalu gunakan penguji tegangan untuk memastikan tidak ada arus listrik pada sirkuit.
- (2) Melepas sekring:Gunakan obeng isolasi atau alat khusus untuk melonggarkan sekrup pengencang. Tarik keluar secara vertikal (tipe pasang) atau putar untuk melepaskan (tipe ulir).
- (3) Periksa alasnya:Periksa apakah kontak mengalami oksidasi, abrasi, atau longgar; bersihkan atau ganti jika diperlukan.
- (4) Memilih sekring yang sesuai:Pastikan spesifikasi lama dan baru (arus, tegangan) sama.
- (5) Sekring tetap:Pastikan sambungan terpasang dengan rapat, kencangkan sekrup, dan hindari sambungan yang longgar.
- (6) Uji aliran listrik:Nyalakan sakelar dan perhatikan apakah berfungsi normal, apakah ada panas yang tidak wajar atau percikan api.
VI. Perbaikan dan Pemeliharaan Sekring
1. Penanganan setelah sekring putus
Langsung ganti dengan sekring baru,Dilarang menggunakan kawat tembaga atau kawat besi sebagai penggantinya. Pastikan untuk memeriksa terlebih dahulu apakah terjadi kelebihan beban atau korsleting sebelum melakukan penggantian.
2. Pembersihan dan Perbaikan Kontak
Amplas kontak yang teroksidasi dengan amplas halus. Jika terjadi deformasi parah atau terbakar, seluruh dudukan harus diganti.
3. Perbaikan Casing Sekring
Kerusakan ringan dapat diperbaiki sementara dengan selotip isolasi. Jika terjadi karbonisasi parah atau retakan, komponen tersebut harus dibuang dan diganti.
4. Penggantian bahan cair
Hanya berlaku untuk sekring yang dapat diganti, seperti sekring tipe pisau. Pasang sekring baru sesuai spesifikasi aslinya, dan pastikan sambungannya terpasang dengan kuat.
VII. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Terkait Keselamatan
- (1) Pemutusan aliran listrik: Sebelum melakukan pemasangan, pembongkaran, atau perbaikan, aliran listrik harus diputus terlebih dahulu untuk mencegah sengatan listrik atau luka bakar akibat busur listrik.
- (2) Langkah-langkah pengamanan: Kenakan sarung tangan isolasi dan kacamata pelindung, serta gunakan alat-alat isolasi.
- (3) Dilarang mengganti saat masih dialiri arus: Setelah sekring putus, sekring tidak boleh langsung diganti saat masih dialiri arus.
- (4) Persyaratan lingkungan: Hindari pengoperasian di lingkungan yang lembap atau mudah terbakar.
- (5) Pemeriksaan rutin: membersihkan debu, mengencangkan sekrup.













