Pemeliharaan dan pengelolaan harian alat ukur, PLC, dan tampilan pada switchboard
Dalam sistem kelistrikan kapal, instrumen pengukuran, pengontrol PLC, dan tampilan di switchboard (papan distribusi utama) adalah inti dari pemantauan operasi. Memastikan keandalan komponen presisi ini tidak hanya bergantung pada inspeksi harian yang cermat, tetapi juga pada penerapan program kalibrasi dan pemeliharaan rutin yang ketat.
I. Pemeliharaan dan perawatan alat ukur, PLC, dan tampilan pada switchboard
- (1) Inspeksi rutin: Alat ukur, sakelar, pengontrol PLC harus diperiksa apakah kabel, indikator, instruksi dan tampilan yang relevan normal, jika ada ketidaknormalan harus diperbaiki atau diganti tepat waktu.
- (2) Setiap 4 tahun sekali Kalibrasi: Alat ukur harus dikalibrasi setiap 4 tahun sekali.
- (3) setiap bulan Periksa: Sebulan sekali, periksa apakah bagian yang dapat digerakkan dari sakelar utama bergerak secara normal, apakah pengencang longgar, dan apakah bagian yang dapat disesuaikan berubah bentuk atau bergeser, dll. Jika ditemukan ketidaknormalan, tindakan yang sesuai harus dilakukan tepat waktu.
- (4) setengah tahunan Pemeliharaan: Setiap enam bulan sekali, periksa apakah mekanisme operasi penutupan fleksibel dan dapat diandalkan; bersihkan jelaga pada penutup dan kisi-kisi pemadam busur; jaga agar permukaan kontak tetap bersih; periksa apakah perangkat proteksi kelebihan beban dan kehilangan tegangan serta perangkat penundaan waktunya normal dan dapat diandalkan.
- (5) Setiap 4-5 tahun Kalibrasi: Nilai setelan kelebihan beban, hubungan arus pendek, dan di bawah tegangan dikalibrasi setiap 4 hingga 5 tahun.
- (6) setengah tahunan Periksa: Periksa fasilitas seperti dioda penyearah unit magnetisasi setiap enam bulan sekali untuk mencegah arus balik.
II. Pemantauan dan pengelolaan pengoperasian switchboard
Pemantauan status operasi secara real-time adalah dasar untuk menjamin pengoperasian sistem daya yang wajar dan ekonomis, dan persyaratan manajemen spesifiknya adalah sebagai berikut:
- (1) Perekaman dan pengamatan: Amati pembacaan meteran (misalnya, tegangan, frekuensi, arus, daya, dll.) pada switchboard dan catatlah.
- (2) Optimalisasi operasional: Menurut kondisi kerja, generator dioperasikan secara paralel atau tidak terhubung, sehingga pembangkit listrik dapat dioperasikan secara wajar dan ekonomis.
- (3) Manajemen alokasi daya: Amati apakah distribusi daya di antara genset yang terhubung paralel adalah wajar. Jika tidak wajar, maka harus disesuaikan secara manual dan dibuat agar terdistribusi secara wajar. Arus fase alternator tidak boleh berbeda sebesar 10% dan setiap arus fase tidak boleh melebihi nilai pengenal.
- (4) Pemantauan regulator: Periksa pengatur tegangan generator yang beroperasi untuk mengetahui adanya getaran atau suara yang tidak normal. Jika terdapat ketidaknormalan, kenali penyebabnya dan selesaikan masalahnya.
- (5) Pemantauan status fisik: Perhatikan adanya percikan api pada cincin selip generator.













