Panduan Spesifikasi Identifikasi dan Penggantian Kabel Kapal
I. Klasifikasi Kabel
Kabel kapal secara umum dibagi menjadi kabel listrik kapal, kabel kontrol kapal, dan kabel sinyal kapal.
1. Kabel listrik untuk kapal
Kabel listrik untuk kapal, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 17-1, mencakup kabel listrik tegangan rendah dengan tegangan nominal arus bolak-balik frekuensi jaringan sebesar 1 kV atau kurang, serta kabel listrik tegangan menengah dengan tegangan nominal arus bolak-balik frekuensi jaringan sebesar 3–15 kV.

Gambar 17-1: Gambar struktur fisik kabel listrik bertekanan rendah dan menengah untuk kapal
2. Kabel kontrol untuk kapal
Kabel kontrol kapal, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 17-2, adalah jenis kabel kontrol yang dirancang khusus untuk lingkungan kapal, dengan struktur dan persyaratan kinerja khusus, sehingga mampu memenuhi kebutuhan penggunaan kapal dalam kondisi yang kompleks dan berat.

Gambar 17-2 Kabel kontrol kapal
3. Kabel sinyal untuk kapal
Kabel sinyal kapal seperti yang ditunjukkan pada Gambar 17-3. Kabel sinyal kapal adalah jenis kabel kapal yang digunakan untuk transmisi sinyal dan sistem kontrol dalam komunikasi kapal, komputer, serta peralatan pemrosesan informasi.

Gambar 17-3 Kabel sinyal kapal
Catatan: Biasanya, ruang untuk pemasangan kabel kapal terbatas.
II. Identifikasi Kabel
Komponen utama kabel kapal ditunjukkan pada Gambar 17-4.

Gambar 17-4: Diagram struktur berlapis-lapis kabel kapal yang terdiri dari konduktor, isolasi, pelindung, dan selubung luar
- 1
Konduktor (kabel):Merujuk pada bahan yang digunakan untuk kabel listrik, yang umumnya terbuat dari kawat tembaga atau aluminium, dan ada pula yang terbuat dari kawat perak (memiliki konduktivitas listrik dan konduktivitas panas yang baik), yang digunakan untuk menghantarkan arus listrik.
- 2
Lapisan isolasi:Konduktor biasanya dilapisi dengan lapisan bahan isolasi untuk mengisolasi arus listrik dan mencegah korsleting. Bahan isolasi yang umum digunakan antara lain polivinil klorida (PVC), polietilen (PE), poliuretan (PUR), TPE, TPV, dan sebagainya.
- 3
Lapisan dalam:Bagian luar kabel biasanya dilapisi selubung yang berfungsi untuk melindungi komponen di dalamnya dari kerusakan fisik dan pengaruh lingkungan.
- 4
Lapisan pelindung:Lapisan pelindung berfungsi untuk menjamin kinerja transmisi sistem dalam lingkungan yang terdapat gangguan elektromagnetik, serta memiliki ketahanan terhadap gangguan. Ketahanan terhadap gangguan di sini mencakup dua aspek, yaitu kemampuan untuk menahan gangguan elektromagnetik dari luar serta kemampuan sistem itu sendiri untuk memancarkan gangguan elektromagnetik ke luar.
- 5
Selubung luar:Bagian luar kabel biasanya dilapisi dengan selubung pelindung yang berfungsi untuk melindungi komponen di dalamnya dari kerusakan fisik dan pengaruh lingkungan. Bahan selubung luar tersebut bergantung pada kegunaan kabel, dan umumnya terbuat dari PVC, PUR, TPV, dan sebagainya.
III. Penggantian Kabel
Penggantian kabel merupakan proses yang melibatkan beberapa langkah dan harus dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan keselamatan dan hasil yang optimal. Berikut ini adalah langkah-langkah utama dalam penggantian kabel.
1. Persiapan bahan
Siapkan kabel dengan tipe yang sama dengan kabel asli dan panjang yang sesuai (jika kabel tersebut tidak memiliki tipe dan produsen yang sama dengan kabel asli, perlu dipastikan tingkat isolasi, tingkat ketahanan api, diameter kabel, jenis inti tembaga, serta persyaratan lain yang mungkin memengaruhi penggunaannya), serta siapkan bahan pendukung yang sesuai, seperti pita isolasi, tabung penanda kabel, pengikat kabel, selongsong panas, dan sebagainya, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 17-5.

Gambar 17-5: Bahan pendukung yang umum digunakan dalam penggantian kabel: selongsong termokontraktif, tabung penanda nomor kabel, dan pengikat kabel
2. Matikan aliran listrik dan pasang papan peringatan
Sebelum mengganti kabel, pastikan aliran listrik telah diputus sepenuhnya untuk menghindari risiko tersengat listrik. Papan peringatan yang dipasang seperti yang ditunjukkan pada Gambar 17-6.

Gambar 17-6: Papan peringatan keselamatan pemeliharaan kelistrikan: Dilarang menyalakan sakelar saat ada orang yang sedang bekerja
3. Melepas kabel lama:Gunakan alat yang sesuai untuk melepas sambungan kabel lama, lalu pisahkan kabel tersebut dari perangkat.
4. Memasang kabel baru:Masukkan kabel baru ke port perangkat, dan pastikan sambungannya terpasang dengan kokoh. Gunakan pengikat kabel atau penjepit untuk mengamankan kabel agar tidak longgar.
5. Uji aliran listrik:Setelah pemasangan kabel selesai, lakukan uji aliran listrik untuk memeriksa apakah kabel baru tersebut berfungsi dengan baik. Lakukan uji isolasi dan uji kelistrikan untuk memastikan kualitas dan keamanan kabel.
6. Pengujian dan Penerimaan:Lakukan pemeriksaan sirkuit menggunakan peralatan khusus untuk memastikan tidak ada risiko keamanan.
Selama seluruh proses penggantian, prosedur keselamatan kerja harus dipatuhi dengan ketat, dilengkapi dengan alat pelindung diri, dan pastikan ventilasi di lokasi kerja baik. Selain itu, setelah pekerjaan selesai, harus dilakukan pemeriksaan kualitas pekerjaan, serta didokumentasikan proses pengerjaannya untuk referensi dan pemeliharaan di masa mendatang.













