Praktik dasar kelistrikan: identifikasi dan pengukuran kapasitansi
I. Konsep dasar kapasitansi
Kapasitor secara fisik adalah media penyimpanan muatan statis, dan muatan yang disimpan di dalam kapasitor mungkin bersifat permanen. Kapasitor memiliki berbagai macam kegunaan. Kapasitansi adalah komponen elektronik yang sangat diperlukan di bidang elektronik dan tenaga listrik, terutama digunakan untuk penyaringan catu daya, penyaringan sinyal, penggabungan sinyal, resonansi, penyaringan, kompensasi, pengisian dan pengosongan, penyimpanan energi, isolasi DC, dan sirkuit lainnya.

Gambar 12-4 Simbol dan Bentuk Kapasitor
II. Pengukuran kapasitansi (Multimeter penunjuk)
2. Estimasi kapasitas kapasitansi mikrofarad (μF)
Dapat digunakan secara empiris atau dengan mengacu pada kapasitor standar dengan kapasitas yang sama, menurut ayunan penunjuktingkat maksimumUntuk menentukan. Kapasitor standar yang direferensikan tidak harus memiliki nilai tegangan tahan yang sama, selama kapasitasnya sama.
Contoh:Untuk memperkirakan kapasitor 100 μF/250 V, gunakan kapasitor 100 μF/25 V sebagai referensi, selama amplitudo maksimum ayunan penunjuknya sama, maka dapat disimpulkan bahwa kapasitasnya sama.
3. Perkiraan kapasitansi dalam picofarad (pF)
perlu menggunakan R × 10kΩ Kapasitansi kapasitor di atas 1000 pF hanya dapat diukur.
Kriteria untuk penilaian:Untuk kapasitor 1000 pF atau yang sedikit lebih besar, sedikit ayunan jarum dianggap cukup.
Sebelum mengukur kapasitansi, pastikan untuk melakukanPemrosesan pembuangan(terutama tegangan tinggi dan kapasitor berkapasitas besar) untuk menghindari kerusakan pada multimeter atau risiko sengatan listrik. Pengukuran dengan multimeter penunjuk menggunakan karakteristik pengisian dan pengosongan baterai di dalam meteran pada kapasitor.













