Praktik Dasar Teknik Listrik: Pengenalan dan Pengukuran Resistansi
I. Konsep Dasar Resistansi
Resistansi (Resistance, biasanya dilambangkan dengan “R”) adalah besaran fisika yang dalam ilmu fisika menunjukkan besarnya hambatan yang diberikan oleh konduktor terhadap arus listrik. Semakin besar resistansi suatu konduktor, semakin besar pula hambatan yang ditimbulkannya terhadap arus listrik. Setiap konduktor umumnya memiliki resistansi yang berbeda-beda, dan resistansi merupakan salah satu sifat alami konduktor itu sendiri. Satuan resistansi adalah ohm, disingkat ohm, dengan simbol Ω.

Gambar 12-1 Bentuk resistor
II. Langkah-langkah Pengukuran Resistansi (Multimeter Jarum)
Pilih perbesaran:Pilih salah satu rentang pengukuran resistansi. Umumnya, multimeter memiliki lima rentang pengukuran, yaitu R×1, R×10, R×100, R×1k, dan R×10k.
Ohm zeroing:Hubungkan ujung kabel merah dan hitam secara paralel, lalu atur kenop nol ohm agar jarum pengukur menunjuk ke posisi nol pada skala ohm.
Pengukuran koneksi:Hubungkan resistor yang akan diukur ke kedua ujung probe merah dan hitam untuk mengukur nilai resistansi. Perhatikan untuk mengubah faktor pengali sesuai dengan defleksi jarum pengukur, dan usahakan agar jarum pengukur berada di dekat tengah skala.Setelah mengubah perbandingan, lakukan penyesuaian nol kembali.
Perhitungan pembacaan:Pembacaan pada pengatur resistansi biasanya ditampilkan dengan dua angka signifikan, dan dibaca dari kanan ke kiri;
Nilai pengukuran resistansi yang sebenarnya = pembacaan × faktor pengali。

12-2 Skema Pengukuran Resistansi dengan Multimeter















