Koreksi kesalahan radar
Kesalahan radar mencakup kesalahan jarak dan kesalahan arah. Dalam proses pengukuran jarak dan arah menggunakan radar, kesalahan dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu kesalahan sistematis, kesalahan acak, dan kesalahan operasional pengguna. Teknisi elektronik dan kelistrikan harus memiliki kemampuan untuk menilai kesalahan sistem radar berdasarkan kondisi navigasi dan melakukan kalibrasi.
I. Kesalahan Pengukuran Jarak Radar
Kesalahan pada sistem pengukuran jarak meliputi kesalahan waktu, kesalahan titik acuan umum terpadu, kesalahan piksel, kesalahan lebar pulsa, serta kesalahan lingkaran penanda jarak bergerak, dan sebagainya. Di antaranya, kesalahan piksel dan kesalahan lebar pulsa tidak memerlukan pemeliharaan atau kalibrasi; oleh karena itu, bagian berikut hanya akan membahas kesalahan jarak yang disebabkan oleh kesalahan waktu, kesalahan titik acuan umum terpadu, dan kesalahan lingkaran penanda jarak aktif.
(1) Kesalahan waktu
Penyebab:Perbedaan panjang jalur transmisi sinyal antara unit antena dan unit pemroses akan menyebabkan perbedaan waktu pemindaian, yang pada gilirannya menimbulkan kesalahan waktu. Jika dipasang beberapa antena radar, kesalahan pengukuran jarak pada antena yang dipilih perlu dikompensasi.
Fenomena yang umum terjadi:Pada jangkauan 0,25 n mile, pantulan dari target “lurus” (seperti pemecah gelombang, tiang jembatan) ditampilkan di layar sebagai bentuk cekung ke dalam atau cembung ke luar, dan jarak pantulan target tersebut tidak ditampilkan secara akurat.
- (1) Pengukuran kesalahan: Ketika kondisi cuaca dan laut tenang, kapal sedang bersandar atau berlabuh, dan lingkungan sekitar mendukung, pilih mode tampilan pergerakan relatif ke arah utara, atur jangkauan radar tidak lebih dari 0,25 mil laut, ukur jarak suatu sasaran tetap yang jelas, lalu bandingkan dengan jarak yang diperoleh dari peta laut, untuk menentukan kesalahan jarak sistem radar.
- (2) Penyesuaian parameter: Dengan mengacu pada buku panduan teknis radar, sesuaikan penundaan pemicu untuk mengoreksi kesalahan jarak (TIMING ADJ) sesuai langkah-langkah yang ditentukan, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1-3-1.

Gambar 1-3-1 Kalibrasi Kesalahan Radar Seri Furuno FAR-2××7
- (3) Setelah penyesuaian, perlu dilakukan verifikasi terhadap sisa kesalahan untuk memastikan bahwa kesalahan pengukuran jarak radar memenuhi persyaratan standar.
(2) Kesalahan Titik Acuan Umum yang Seragam
Pengukuran jarak, arah, dan data pelacakan lainnya oleh radar dilakukan dengan mengacu pada Titik Acuan Umum Terpadu (CCRP). “Standar Kinerja Radar Kapal” menetapkan bahwa jika dipasang beberapa antena, sistem radar harus menyediakan metode kompensasi untuk penyimpangan posisi setiap antena. Pengaturan kompensasi penyimpangan CCRP radar harus diselesaikan pada tahap inisialisasi pemasangan; jika nilai kompensasi penyimpangan tidak akurat, hal ini akan menyebabkan nilai pengukuran jarak sasaran yang ditampilkan pada layar radar mengalami kesalahan relatif terhadap CCRP.
Sebelum melakukan pengaturan, Anda harus terlebih dahulu mengkalibrasi kesalahan waktu radar, kemudian mengatur dan menyesuaikan posisi CCRP sesuai dengan langkah-langkah yang tercantum dalam buku petunjuk teknis. Mengambil contoh radar seri Furuno FAR-2××8, langkah-langkah untuk mengubah posisi referensi CCRP adalah sebagai berikut: Gunakan trackball untuk menggerakkan kursor ke indikator “REF POINT” di bagian atas layar, lalu klik tombol kiri untuk memilih [ANT] atau [CCRP] sesuai kebutuhan. Di mana, [ANT] berarti menggunakan posisi antena radar sebagai posisi referensi, sedangkan [CCRP] berarti menggunakan posisi layar informasi terpadu (CONNING) di ruang kemudi sebagai posisi referensi.
(3) Kesalahan jarak antara titik aktivitas dan lingkaran target
Radar harus dilengkapi setidaknya dengan 2 buah VRM, yang digunakan untuk mengukur jarak sasaran secara akurat; kesalahan VRM akan secara langsung menyebabkan penyimpangan dalam pengukuran jarak sasaran. Untuk radar PPI, koreksi kesalahan VRM dapat diperiksa kapan saja, atau setidaknya sekali setiap penerbangan atau setiap bulan (mana yang lebih singkat). Berdasarkan standar kinerja radar, akurasi sistem RR harus sebesar 1% atau 30 m dari jarak maksimum jangkauan yang digunakan, dengan mengambil nilai yang lebih besar di antara keduanya.
II. Kesalahan Penentuan Arah Radar
Kesalahan sistem pengukuran arah meliputi kesalahan lebar bundel, kesalahan piksel, kesalahan garis utama, kesalahan indikator kompas, kesalahan titik acuan umum terpadu, sudut penyimpangan lobus utama antena, serta kesalahan asimetri bundel, dan sebagainya. Di antaranya, kesalahan lebar bundel, kesalahan piksel, sudut penyimpangan lobus utama antena, dan kesalahan asimetri bundel tidak memerlukan kalibrasi pemeliharaan. Berikut ini hanya akan dijelaskan mengenai kesalahan garis utama, kesalahan indikasi kompas, serta kesalahan azimut yang disebabkan oleh titik acuan umum terpadu yang perlu diperhatikan oleh teknisi elektronik dan kelistrikan. “Standar Kinerja Radar” menetapkan bahwa, tanpa mempertimbangkan batasan jenis sensor stabilisasi dan sistem transmisi, ketika laju rotasi kapal pada dasarnya sesuai dengan spesifikasi klasifikasi kapal yang berlaku, akurasi koreksi arah yang ditampilkan radar harus berada dalam batas 0,5°.
(1) Kesalahan garis awal
Garis utama adalah garis pemindaian dengan kecerahan yang lebih tinggi yang ditampilkan di layar saat lensa utama antena mengarah sejajar dengan balok kapal; garis ini berfungsi sebagai garis acuan untuk pengukuran azimut radar, dan kesalahan pada garis ini akan menyebabkan kesalahan azimut relatif serta azimut sebenarnya pada pengukuran target. Pemeriksaan kesalahan garis awal harus dilakukan sekali setiap pelayaran atau setiap bulan (mana yang lebih kecil), untuk memastikan akurasi pengukuran arah.
- (1) Pengukuran kesalahan: Saat kondisi cuaca dan laut tenang, saat berlabuh atau berlabuh dengan jangkar, pilih mode pergerakan relatif dengan tali utama mengarah ke atas, pilih pantulan target yang diam dalam jangkauan 0,125–0,25 mil laut, lalu gunakan EBL untuk mengukur arah target. Pada saat yang sama, amati azimut relatif target yang sama menggunakan radar dan kompas azimut, lalu hitung kesalahannya.
- (2) Penyesuaian parameter: Ikuti petunjuk dalam buku panduan untuk masuk ke menu penyesuaian arah, lalu sesuaikan kesalahan garis utama (HD A-LIGN) sesuai langkah-langkah yang tertera, hingga kesalahan arah relatif hilang, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1-3-1.
- (3) Verifikasi kesalahan: Setelah penyesuaian, perlu dipastikan bahwa kesalahan yang tersisa memenuhi persyaratan standar.
(2) Kesalahan penunjuk pada alat penunjuk arah kompas
Kesalahan pada penunjuk kompas dapat menyebabkan munculnya kesalahan tetap pada pembacaan garis utama radar dan azimut sebenarnya target. Cara mengatasinya adalah dengan membandingkan pembacaan azimut pada penunjuk kompas radar dengan kompas utama, kemudian menyesuaikan pembacaan penunjuk kompas radar agar sesuai dengan kompas utama. Pemeriksaan kesalahan ini biasanya dilakukan sekali setiap pelayaran atau setiap bulan (mana yang lebih singkat).
(3) Keseragaman Kesalahan Titik Acuan Umum
Jika kompensasi kesalahan CCRP tidak akurat, hal ini akan menyebabkan nilai pengukuran arah target mengalami kesalahan relatif terhadap CCRP. Prosedur untuk mengubah posisi referensi pada radar seri Furuno FAR-2××8 adalah sebagai berikut: Pindahkan kursor ke indikator “REF POINT”, lalu klik untuk memilih [ANT] (referensi antena) atau [CCRP] (referensi layar terpadu ruang kemudi).
Contoh Kalibrasi Awal Radar Seri FAR-2107/2807 dari Furuno
Langkah-langkah spesifik untuk pengukuran jarak dan kalibrasi garis awal:
- (1) Tekan dan tahan [5:HL MATI] Tekan tombol-tombol tersebut secara bersamaan [1:HL MATI] Tombol, untuk masuk ke menu inisialisasi (INITIALIZE).
- (2) Pilih [2:ECHO ADJ] Masuk ke antarmuka pengaturan jarak dan kalibrasi garis pertama.
- (3) Seleksi [3:HD ALIGN] Dengan mengkalibrasi kesalahan garis haluan, kesalahan tersebut dapat dibatasi hingga kurang dari 0,2°。
- (4) Pilih [4:PENYESUAIAN WAKTU] Kalibrasi kesalahan jarak dilakukan dengan menyesuaikan penundaan pemancaran.
Parameter pengaturan awal meliputi: kalibrasi pengukuran jarak dan arah radar, posisi antena, posisi Sistem Tampilan Informasi Terpadu (Conning), dan sebagainya. Lihat Tabel 1-3-1 untuk rinciannya.
| Menu | Submenu 1 | Submenu 2 | Informasi Terperinci |
|
ECHO ADJ |
PENYESUAIAN KABEL ATT | OTOMATIS/MANUAL
(0-73) |
—AUTO: Melakukan perhitungan berdasarkan tingkat kebisingan, lalu menyesuaikannya secara otomatis.
—MANUAL: Lakukan penyesuaian secara manual untuk menghasilkan sedikit suara |
| HD ALIGN | (0°–359,9°) | Kalibrasi kesalahan garis pertama, yang digunakan untuk mengoreksi kesalahan arah target dan gema yang dihasilkannya | |
| PENYESUAIAN WAKTU | (0-4095) | Penyesuaian penundaan transmisi (TX delay) yang disebabkan oleh jalur transmisi pada sistem sirkuit dan antena, yang digunakan untuk mengoreksi kesalahan jarak pada target dan gema yang dihasilkannya | |
| ANT DEFAULT
HIGHT |
5/7.5/10/15/20/
25/30/35/40/ 45 m, lebih dari 50 m |
Memilih ketinggian antena dari permukaan laut |
|
KAPAL MILIK SENDIRI INFO |
POSN SCANNER | BOW (0–999 m) | Data yang menunjukkan posisi antena radar dalam koordinat kapal. Posisi antena radar juga dapat dijadikan titik acuan. |
| PORT (0–99 m) | |||
|
GPS1 ANT POSN |
BoW (0–999 m) | Tentukan posisi antena GPS. Data ini digunakan untuk menghitung posisi kursor (lintang, bujur). Antarmuka perangkat navigasi GPS adalah:
—GPS1: Terhubung ke port perangkat navigasi; —GPS2: Antarmuka untuk taksimeter, pemantauan dan pengendalian, HDG, RS-232, dan jaringan lokal (INS); Lokasi antarmuka dapat dilihat pada Gambar 1-2-4 |
|
| PORT (0–99 m) | |||
|
GPS2 ANT POSN |
BOW (0–999 m) | ||
| PORT (0–99 m) | |||
|
POSISI KONING |
BOW (0–999 m) | Tetapkan posisi Conning, yang menunjukkan posisi Conning pada ikon kapal ini. Posisi Conning dapat ditetapkan sebagai titik acuan untuk pengukuran jarak, penanda VRM/EBL, dan kursor. | |
| PORT (0–99 m) |













